top of page

Langka dan Bernilai Tinggi, Ini Fakta Ihan Batak dari Danau Toba

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Danau Toba tidak hanya terkenal dengan keelokan pemandangannya, tetapi juga dengan kekayaan hayati yang unik, salah satunya adalah Ihan Batak (Neolissochilus thienemanni). Ikan ini menjadi simbol penting dalam budaya Batak dan dahulu menjadi hidangan istimewa bagi para raja, tetapi kini populasinya semakin menurun dan terancam punah.


Sumber: idntimes.com

 

1. Dapat Ditemukan di Daerah Lain

Berbicara mengenai Ihan Batak, sebenarnya kita tidak merujuk pada satu spesies saja. Pasalnya, ikan ini punya dua genus utama, yaitu Neolissochilus dan Tor. Ihan Batak yang merupakan ikan endemik di Danau Toba adalah Neolissochilus thienemanni, dari genus Neolissochilus. Ikan ini benar-benar hidup di ekosistem Danau Toba dan sungai sekitarnya, jadi tidak akan ditemukan secara alami di tempat lain.

 

Sementara itu, ikan sejenis yang berasal genus Tor seperti Tor tambraTor tambroidesTor soro, dan Tor douronensis dapat dijumpai di beberapa daerah dengan beragam nama, seperti ikan kancra (Jawa Barat), ikan tombro (Jawa Tengah dan Timur), ikan semah (Sumatra Selatan), dan ikan jurung (Aceh).

 

2. Kerabat Ikan Mas dengan Ciri Morfologis Khusus

Ihan Batak masih memiliki hubungan kerabat dengan ikan mas, karena keduanya masuk ke dalam famili Cyprinidae. Namun, Ihan Batak punya ciri khusus yang membuatnya berbeda dengan ikan mas.

 

Ihan Batak punya tubuh yang memanjang dan pipih, warna tubuhnya keperakan saat muda dan akan berubah menjadi kuning kehijauan saat dewasa, sirip punggungnya cekung dan sirip ekornya menggarpu, terakhir cuping pada bibir bawahnya berukuran sedang.

 

Ciri-ciri morfologis ini membuat Ihan Batak mudah dikenali oleh para ilmuwan maupun pemancing lokal.

 

3. Habitat di Perairan Berarus Deras

Ihan Batak sangat suka hidup di habitat berarus deras dengan kondisi air yang dingin, bersih serta kaya akan oksigen. Ikan ini juga menyukai perairan dengan kondisi dasar yang berpasir dan berbatuan. Ikan ini termasuk ikan nokturnal yang hanya aktif mencari makan di malam hari.

 

4. Menu Hidangan para Bangsawan

Menurut budaya batak, Ihan Batak merupakan menu hidangan mewah, karena dahulu ikan ini dihidangkan hanya untuk para raja dan bangsawan. Menghidangkan ikan ini juga hanya bisa dilakukan pada momen-momen khusus, seperti upacara adat ataupun ritual sebagai ungkapan rasa syukur.


Pada budaya modern, ikan ini biasanya akan dimasak secara tradisional, seperti arsik untuk disuguhkan di acara besar, semacam pesta pernikahan atau acara kumpul keluarga besar. Namun, karena keberadaannya semakin langka, masyarakat kini sudah sering menggantinya dengan ikan mas.

 

5. Memiliki Nilai Ekonomi yang Tinggi

Ihan Batak termasuk ikan dengan harga jual yang tinggi. Seekor Ihan Batak yang beratnya 100 gram saja bisa dihargai sebesar Rp 90.000, sehingga jika diakumulasikan, maka Ihan Batak dengan berat 1 kg bisa mencapai Rp 1 juta. Bahkan untuk anakannya saja, ukuran 2-3 cm bisa dihargai Rp 7.000 per ekornya.

 

Nilai ekonomi yang tinggi ini kemudian memicu perburuannya semakin masif. Apalagi laju pertumbuhan ikan ini juga terbilang lambat, membuat populasinya saat ini semakin menurun dan terancam punah.



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page