5 Ikan Invasif yang Mengancam Ekosistem Perairan Indonesia
- Redaktur: Audri Rianto
- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk sumber daya yang ada di perairan. Sayangnya, tidak semua ikan yang saat ini hidup di Indonesia adalah spesies asli.
Ada beberapa ikan asing yang masuk ke perairan Indonesia dan mirisnya, ikan-ikan tersebut malah mendominasi dan mengancam kehidupan ikan asli.
Ikan Invasif
Ikan asing yang berhasil hidup dan berkembang biak tak terkendali di lingkungan baru disebut dengan ikan invasif.
Di Indonesia, ikan invasif sangat banyak dijumpai, terutama di sungai-sungai. Ikan invasif ini sangat berbahaya, karena bisa merusak keseimbangan ekosistem perairan. Ada beberapa ikan invasif yang cukup dikenal oleh masyarakat, seperti:
5 Ikan Invasif yang Mengancam Ekosistem di Indonesia
1. Ikan Sapu-Sapu (Genus Pterygoplichthys)

Sumber: idntimes.com
Ikan sapu-sapu termasuk ikan invasif yang familiar di kalangan masyarakat. Bahkan, saking familiarnya, ikan ini sering dianggap ikan asli Indonesia. Ikan yang dikenal dengan sebutan pleco ini asalnya dari Amerika Selatan dan pertama kali masuk ke Indonesia sebagai ikan hias.
Ikan ini punya kemampuan adaptasi yang super tinggi, karena bisa hidup di lingkungan ekstrem dengan oksigen rendah. Sekali bertelur bisa ribuan, sehingga populasinya sudah sangat sulit untuk dikendalikan.
2. Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus)

Sumber: idntimes.com
Sama seperti ikan sapu-sapu, ikan Red Devil juga awalnya dipelihara sebagai ikan hias. Sayangnya, untuk saat ini status ikan Red Devil sudah berubah menjadi ikan invasif. Ikan ini dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat dengan perilaku agresif.
Dia cenderung menyerang serta memakan telur dan larva ikan lokal. Perilakunya ini yang kemudian membuat jumlahnya semakin banyak. Salah satu perairan dengan populasi Red Devil tak terkendali adalah Danau Toba.
3. Ikan Arapaima (Arapaima gigas dan A. leptosoma)

Sumber: idntimes.com
Ikan ini berasal dari Sungai Amazon dengan panjang tubuh bisa mencapai 3 meter. Ikan ini punya kemampuan bertahan hidup di berbagai kondisi perairan. Ukurannya yang membuatnya menjadi predator dominan. Adanya ikan ini di perairan Indonesia tentu sangat mengancam keberadaan ikan lokal, apalagi yang ukurannya lebih kecil darinya.
4. Ikan Aligator (Aligator Gar)

Sumber: idntimes.com
Dilihat dari bentuknya, ikan terlihat sangat mirip buaya dengan mulut yang dipenuhi gigi tajam. Ikan ini berasal dari benua Amerika dan memang perannya diperairan sebagai predator.
Sifatnya agresif dan kemampuan reproduksinya cepat, sehingga akan sangat mudah baginya menguasai suatu perairan. Pemerintah Indonesia bahkan telah memberi larangan untuk tidak memelihara ikan ini.
5. Ikan Piranha (Genus Serrasalmus dan Pygocentrus)

Sumber: idntimes.com
Ikan piranha termasuk ikan yang rakus, nafsu makannya tinggi dan perilakunya ganas. Ketika piranha masuk ke perairan Indonesia, tentu akan mengancam spesies ikan lokal di sana. Dengan cara bergerombol, piranha bisa menghabisi mangsanya dalam waktu singkat.
Dampak Ikan Invasif bagi Ekosistem
Ikan invasif tidak hanya memakan ikan lokal, tetapi juga berkompetisi untuk mendapatkan makanan, ruang hidup, dan sumber daya lain. Mereka juga bisa menyebarkan penyakit dan parasit yang tidak dikenal oleh ikan asli.
Secara keseluruhan, ikan invasif dapat mengubah struktur komunitas ikan, mengurangi keanekaragaman hayati, dan bahkan menyebabkan kepunahan lokal beberapa spesies.
Baca Juga




Komentar