Ciri-Ciri Lumut Berbahaya yang Harus Diwaspadai Petambak
- Redaktur: Audri Rianto
- 3 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Tumbuhnya lumut di dalam tambak udang sering kali dianggap membahayakan bagi petambak. Anggapan tersebut memang tidak ada salahnya, namun yang perlu digaris bawahi adalah lumut akan membahayakan tambak jika jumlahnya sudah tidak terkendali.

Sumber: curve-watersports.com
Untuk itu, sangat penting bagi petambak memahami ciri-ciri lumut yang bisa membahayakan tambak dan udang di dalamnya, sehingga bisa dilakukan pencegahan sejak dini.
1. Warna Lumut Terlalu Pekat dan Tidak Normal
Ciri lumut yang menandakan bahaya ialah ketika warnanya sudah terlalu pekat, seperti hijau tua atau bahkan kehitaman. Lumut dengan warna seperti itu menandakan adanya pertumbuhan alga cyanobacteria yang berbahaya. Alga tersebut bisa menghasilkan racun yang dapat mengganggu kesehatan udang.
2. Menimbulkan Bau Tidak Sedap
Ketika lumut yang tumbuh di tambak menghasilkan bau menyengat, itu juga termasuk ciri lumut yang berbahaya. Bau ini bisa muncul karena ada pembusukan bahan organik berlebih di dalam tambak.
Bau tersebut juga menandakan munculnya gas beracun hidrogen sulfida di dalam tambak yang bisa membuat udang stres dan mati massal.
3. Pertumbuhan Lumut Terlalu Cepat
Ketika lumut di tambak terlalu cepat pertumbuhannya hingga tidak bisa dikendalikan, maka perlu diwaspadai. Lumut yang berbahaya biasanya akan tumbuh sangat cepat sampai menutupi permukaan air tambak.
Ketika seluruh permukaan air tertutupi, maka penetrasi sinar matahari ke dalam tambak akan terganggu dan menghambat proses fotosintesis fitoplankton baik yang ada di dalam tambak.
4. Membentuk Lapisan Tebal di Permukaan Air
Ciri lumut berbahaya lainnya ialah ketika ia membentuk lapisan yang tebal di permukaan air. Lapisan ini akan terlihat seperti selaput atau lendir.
Bahayanya adalah ia bisa menghambat pertukaran oksigen antara udara dan air. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut maka kualitas air tambak bisa menurun karena kekurangan oksigen.
5. Menyebabkan Perubahan Perilaku Udang
Perilaku udang juga bisa menandakan bahwa lumut yang ada di tambak ternyata membahayakan. Jika udang terlihat sering muncul di permukaan, geraknya lambat dan nafsu makannya menurun, kemungkinan besar lumut yang tumbuh sudah masuk ke dalam fase membahayakan.
Sebab, jenis lumut tertentu diketahui bisa menghasilkan racun yang dapat menyerang organ pernapasan udang, membuatnya kekurangan oksigen dan stres.
6. Memicu Fluktuasi pH dan Kualitas Air
Saat keberadaan lumut disertai dengan perubahan pH air yang drastis, maka bisa dipastikan bahwa lumut tersebut berbahaya. Fluktuasi yang terlalu ekstrem dan intens sangat membahayakan lingkungan tambak dan berpotensi membuat udang stres.
Cara Mengantisipasi Pertumbuhan Lumut Berbahaya
Untuk mengantisipasi pertumbuhan lumut yang berbahaya, petambak hanya perlu melakukan pengelolaan kualitas air yang benar. Sirkulasi air harus dipastikan terus jalan, pemberian pakan juga harus dikontrol dan yang paling penting adalah rutin melakukan siphon untuk membersihkan dasar tambak dari lumpur organik.
Baca Juga
