top of page

Pengaruh Pengapuran terhadap Kualitas Air Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 22 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Menjaga kualitas air sangat penting dilakukan oleh setiap pembudidaya udang. Sebab, air dengan kondisi yang baik sangat menentukan keberhasilan panen. Salah satu cara yang tidak boleh dilewatkan oleh petambak ialah pengapuran.


Sumber: rucika.co.id

 

Pemberian kapur pada tambak memang harus dilakukan, baik sebelum budidaya dimulai atau saat budidaya sedang berlangsung. Kapur yang diberikan bisa berupa kapur pertanian (kalsit/captan) atau kapur dolomit. Kedua kapur ini mengandung mineral yang dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas kimia dan biologi tambak.

 

Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan memaparkan beberapa dampak positif dari pengapuran pada lingkungan tambak.

 

1. Menstabilkan pH Air dan Mencegah Fluktuasi Ekstrem

Tambak udang sering mengalami fluktuasi pH, namun jangan sampai pH mengalami fluktuasi ekstrem, terutama menurun dengan signifikan dan cepat. Untuk mencegah hal itu, pengapuran adalah solusinya.

 

Kapur yang diberikan ke dalam tambak akan menetralkan asam di dasar tambak dan meningkatkan kapasitas buffer air. Dengan begitu, pH air akan menjadi stabil dan menghindarkan udang dari stres lingkungan.

 

2. Meningkatkan Kadar Alkalinitas

Alkalinitas merupakan buffer atau penyangga air dari penurunan pH akibat asam berlebih. Untuk mendapatkan alkalinitas yang optimal (100-150), petambak harus melakukan pengapuran dengan dosis yang tepat.

 

Kapur seperti dolomit mengandung ion karbonat dan bikarbonat yang mana kedua ion tersebut adalah penyusun alkalinitas. Mengaplikasikannya ke dalam tambak secara tepat akan menjaga alkalinitas tetap stabil. Ketika alkalinitas stabil, maka pH air tidak akan mudah mengalami perubahan secara mendadak.

 

3. Mendukung Proses Molting Udang

Pengapuran dapat melancarkan proses molting pada udang dan menghindarkannya dari penyakit cangkang lunak. Saat molting, udang butuh asupan mineral yang cukup untuk membentuk cangkang barunya. Mineral seperti kalsium dan magnesium banyak terkandung pada kapur dolomit.

 

4. Mempercepat Dekomposisi Bahan Organik

Udang tidak akan bisa bebas dari tumpukan sisa pakan dan kotoran udang. Penumpukan ini akan mengalami dekomposisi dan menghasilkan senyawa beracun, seperti amonia. Racun ini nantinya akan didaur ulang kembali menjadi senyawa ramah lingkungan oleh bakteri nitrifikasi.

 

Bakteri nitrifikasi butuh asupan ion karbon anorganik untuk bekerja dengan baik, nah pengapuran inilah yang akan membantu menyediakan ion tersebut.

 

Kesimpulan

Pemberian kapur pada tambak sebaiknya jangan sampai dilewatkan, karena cara ini merupakan cara yang aman untuk menjaga kestabilan alkalinitas dan pH air. Selain itu, pengapuran dengan dosis yang tepat akan menjamin kadar mineral tambak tetap tersedia dengan baik. Asupan mineral yang cukup akan membantu udang melewati fase molting dengan lancar, sehingga pertumbuhannya akan terus optimal sampai waktu panen tiba.



Baca Juga

Komentar


bottom of page