Kapan Waktu Terbaik Mengukur Alkalinitas di Tambak?
- Redaktur: Audri Rianto
- 11 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Ketika membahas mengenai kualitas air dalam budidaya udang, alkalinitas menjadi parameter yang jarang disebut. Banyak petambak hanya fokus pada parameter-parameter umum, seperti oksigen terlarut, pH, suhu, dan salinitas.

Sumber: cdn.agrimag.my
Padahal, alkalinitas memiliki peran penting dalam menstabilkan lingkungan tambak, karena ia memiliki kemampuan untuk membuat pH tetap stabil meski terjadi penambahan asam pada tambak.
Untuk memantau alkalinitas tambak, pengecekan harus dilakukan secara rutin dan waktu pengecekan juga harus diperhatikan. Kapan waktu pengecekan yang tepat? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Pagi Hari
Waktu paling ideal untuk mengukur alkalinitas adalah di pagi hari, antara pukul 06.00 hingga 08.00. Mengapa demikian?
Saat pagi hari, kondisi kimia air tambak masih berada pada tingkat yang paling rendah akibat dari proses respirasi seluruh biota tambak sepanjang malam. Respirasi yang terjadi semalaman membuat kadar CO2 pada tambak meningkat, membuat pH air berada di titik terendah.
Mengukur alkalinitas pada kondisi tersebut merupakan cara terbaik untuk melihat kemampuan penyangga air tambak dalam menahan penurunan pH yang ekstrem. Jika hasilnya rendah, maka risiko terjadinya fluktuasi pH akan semakin besar.
2. Pasca Hujan Lebat
Hujan lebat merupakan musuh bagi alkalinitas tambak, karena hujan dapat mengencerkan konsentrasi mineral yang ada dalam tambak. Ketika volume air hujan yang masuk terlalu banyak, maka alkalinitas juga akan menurun drastis.
Pada kondisi ini, pengecekan alkalinitas harus dilakukan bertahap agar Anda bisa menentukan berapa banyak dosis kapur yang harus diberikan. Pemberian kapur adalah cara paling ampuh untuk mengembalikan kestabilan mineral dan alkalinitas air tambak
3. Menjelang dan Saat Siklus Molting Massal
Udang akan melakukan pergantian kulit atau molting secara berkala mengikuti perkembangannya. Biasanya, mereka melakukan molting secara massal mengikuti fase bulan. Ketika cangkang lama lepas, mereka butuh alkalinitas yang cukup untuk membentuk cangkang baru.
Pada fase ini, pengecekan alkalinitas harus dilakukan untuk memastikan kadarnya tetap pada level ideal, agar udang tidak gagal molting atau mengalami soft shell.
Frekuensi Pengukuran
Perubahan alkalinitas memang tidak secepat pH atau DO, namun bukan berarti harus diabaikan. Anda tetap perlu melakukan pengukuran dengan rutin. Untuk tambak normal dengan padat tebar tidak terlalu banyak, maka frekuensi idealnya alkalinitas adalah 2 kali seminggu.
Untuk tambak dengan padat tebar tinggi, seperti pada tambak intensif dan super intensif, maka pengukuran sebaiknya dilakukan setiap 2 hari sekali, karena tambak yang seperti ini memiliki beban organik yang lebih tinggi, sehingga penurunan alkalinitas bisa terjadi lebih cepat.
Mengapa Konsistensi Waktu Itu Penting?
Pengukuran yang dilakukan di jam yang sama akan memudahkan Anda dalam membandingkan data per harinya. Misal, hari ini Anda mengukur pada pukul 07.00 pagi, maka di waktu lusa Anda juga harus mengukur pada jam yang sama.
Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk melihat tren penurunan atau kenaikan secara akurat, sehingga memutuskan untuk melakukan tindakan koreksi juga akan lebih tepat sasaran.
Baca Juga




Komentar