Alkalinitas Tambak Udang, Kunci Udang Sehat dan pH Stabil
- Redaktur: Audri Rianto
- 19 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Kesehatan, pertumbuhan dan produktivitas udang dapat berjalan optimal apabila kualitas air tambak terjaga dengan baik. Ada banyak parameter penting penyusun kualitas air tambak, seperti alkalinitas air. Parameter ini berperan penting dalam menjaga kestabilan pH air dan menciptakan lingkungan yang ideal untuk udang vaname.

Sumber: aquaculturemag.com
Apa Itu Alkalinitas?
Alkalinitas bisa diartikan sebagai kemampuan air untuk menahan perubahan pH ketika ada penambahan asam atau basa. Alkalinitas berperan sebagai penyangga dalam air sehingga pH air akan terus stabil.
Ukuran alkalinitas air dinyatakan dalam satuan ppm (mg/L) dan sangat berkaitan dengan ion bikarbonat (HCO₃⁻), karbonat (CO₃²⁻), serta ion hidroksida (OH⁻) dalam air.
Kadar alkalinitas dalam air merupakan indikator yang menunjukkan seberapa tahan air tambak terhadap fluktuasi pH yang bisa terjadi kapan saja. Untuk tambak udang, alkalinitas harus stabil di angka 100-150 ppm agar kemampuan air untuk menyerap perubahan pH juga akan semakin baik. Sebaliknya, ketika kadar alkalinitas terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka air akan sangat rentan mengalami perubahan pH.
Peran Alkalinitas dalam Budidaya Udang
Fluktuasi tambak merupakan hal yang lumrah terjadi dalam budidaya udang, karena di sana sering terjadi aktivitas biologis, seperti penumpukan bahan organik dan sisa pakan, aktivitas plankton, serta penumpukan sisa metabolisme udang itu sendiri.
pH yang sering berfluktuasi sangat tidak baik untuk udang, karena bisa membuat udang stres, meningkatkan risiko infeksi serta dapat menghambat pertumbuhannya.
Dengan kadar alkalinitas yang normal dalam tambak, maka fluktuasi pH bisa diminimalisir, sehingga lingkungan tambak bisa terus dalam keadaan stabil selama siklus budidaya berlangsung.
Tips Menjaga Alkalinitas di Tambak Udang
Menjaga alkalinitas dalam kisaran normal sangat penting agar udang tumbuh sehat dan produktif. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan petambak:
Pengapuran Teratur Ketika Alkalinitas Rendah
Alkalinitas sering sekali mengalami penurunan, untuk itu jika hasil pengukuran menunjukkan alkalinitas di bawah ideal, petambak sebaiknya melakukan pengapuran (liming) sesegera mungkin.
Pengapuran dapat dilakukan dengan menambahkan kapur dolomit (CaMg(CO₃)₂), karena dolomit sendiri mengandung kalsium dan magnesium yang tinggi. Selain meningkatkan alkalinitas, dolomit juga membantu memenuhi kebutuhan mineral penting bagi udang.
Pengukuran Alkalinitas Secara Rutin
Petambak juga harus rajin mengukur kadar alkalinitas tambaknya. Gunakanlah alat ukur yang akurat agar identifikasi kondisi air dapat dilakukan dengan cepat. Catatlah data pengukuran agar pemantauan dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena data tersebut nantinya akan membantu petambak untuk menentukan tindakan terbaik untuk menjaga kualitas air.
Kunci Sukses Budidaya Udang Ada pada Kualitas Air
Alkalinitas merupakan satu dari sekian banyak parameter kualitas air yang wajib dipahami oleh petambak udang. Nilai alkalinitas yang tepat membantu menjaga stabilitas pH, meningkatkan kesehatan udang, serta mendukung pertumbuhan yang optimal.
Baca Juga
