top of page

Pengaruh Suhu Air Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Alga

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 30 Des 2025
  • 2 menit membaca

Alga merupakan tumbuhan air yang cukup sering muncul pada tambak udang. Ketika populasinya masih dalam batas wajar, alga sebenarnya cukup berguna. Alga kerap menyumbang oksigen ke dalam tambak melalui fotosintesis.


 

Tapi, ketika populasinya sudah meledak tidak terkendali, maka itu bisa menimbulkan bahaya. Ledakan alga atau dikenal dengan istilah blooming alga dapat memberikan efek buruk terhadap produktivitas tambak.

 

Tambak yang mengalami blooming alga seringkali mengalami penurunan oksigen secara drastis terutama di malam hari, karena alga menyerap oksigen di waktu malam. Selain itu, ketika alga mengalami crash atau banyak yang mati tiba-tiba, maka proses dekomposisinya akan menghasilkan gas beracun yang dapat membunuh udang.

 

Terjadinya blooming alga salah satunya disebabkan oleh suhu air, karena keduanya memang berhubungan. Artikel ini akan menjelaskan mekanisme biologis di balik fenomena tersebut.

 

Suhu Meningkatkan Metabolisme

Metabolisme alga dan udang punya kesamaan, yaitu akan meningkat ketika suhu lingkungan juga mengalami peningkatan. Artinya, ketika suhu air hangat atau meningkat, maka akan terjadi reaksi enzimatik dalam sel alga yang membuatnya bekerja lebih cepat.

 

Saat pagi hari, ketika suhu air masih rendah biasanya air akan terlihat lebih jernih, karena pada suhu rendah replikasi sel alga sangat lambat. Namun, ketika hari menjelang siang dengan suhu yang meningkat, biasanya air akan mulai terlihat lebih pekat yang menandakan replikasi sel pada alga juga mengalami peningkatan.

 

Zona Nyaman yang Berbahaya

Sayangnya, suhu ideal untuk pertumbuhan udang juga merupakan zona nyaman untuk alga tetap hidup optimal, termasuk alga merah seperti Dinoflagellata. Tapi, ketika suhu optimal mengalami peningkatan sedikit saja, akan memicu dominasi alga merah yang berbahaya. Kebanyakan alga hijau yang dikenal menguntungkan tambak cenderung kurang stabil ketika suhu air sudah di atas 32°C.

 

Tapi, bagi alga merah seperti Dinoflagellata, suhu di atas 32°C malah membuatnya tumbuh lebih cepat. Maka dari itu, ketika suhu air tambak semakin panas, alga hijau sering mengalami kematian dan membuat populasinya drop. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh Dinoflagellata untuk mendominasi, membuat air tambak menjadi merah.

 

Bahaya Ganda

Semakin tinggi suhu air tambak, maka kemampuannya mengikat oksigen akan semakin rendah. Kombinasi ini tentu sangat membahayakan, karena suhu yang meningkat membuat alga merah tumbuh lebih cepat. Risiko terjadinya Red Tide sangat tinggi, yang mana alga akan membuat kadar oksigen di tambak semakin menurun terutama di malam hari.

 

Akibat dari itu semua, udang bisa mengalami gagal napas karena oksigen tidak tercukupi dengan baik. Pada kondisi ini, kematian massal pada udang akan semakin mungkin terjadi.



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page