top of page

Godzilla El Nino Mengintai, Ini Dampaknya Bagi Budidaya Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 13 Apr
  • 2 menit membaca

Indonesia saat ini tengah dilanda El Nino ekstrem yang dikenal dengan Godzilla El Nino. Fenomena ini membuat suhu udara meningkat, panas ekstrem tanpa ada kejelasan kapan turun hujan. Kemarau ekstrem ini tentu menjadi tantangan yang berat untuk para pembudidaya udang.


 

Panas yang berlebihan bisa mengganggu keseimbangan ekosistem tambak, menurunkan kualitas air hingga membuat udang stres. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini ada beberapa dampak yang mungkin terjadi pada tambak saat musim kemarau tiba.

 

Dampak Signifikan Musim Kemarau pada Tambak

1. Lonjakan Salinitas dan Tekanan Osmoregulasi 

Ketika suhu udara di sekitar tambak meningkat drastis, maka penguapan air juga akan tinggi. Kondisi ini membuat volume air tambak berkurang, efeknya kadar garam atau salinitas menjadi pekat atau meningkat tajam.

 

Ketika salinitas sudah melampaui batas, udang butuh tenaga ekstra untuk melakukan osmoregulasi. Energi yang harusnya bisa dipakai untuk terus tumbuh malah dipakai untuk menyeimbangkan cairan tubuh. Akibatnya udang jadi sulit besar (stunting), jika terus berlanjut udang bisa stres dan mati.

 

2. Fluktuasi Suhu dan Penurunan Oksigen Terlarut (DO)

Udang juga termasuk hewan yang rentan terhadap perubahan suhu, apalagi suhu air meningkat drastis maka bisa mempengaruhi metabolismenya. Lonjakan metabolisme udang membuatnya makan lebih banyak, namun seringnya tidak disertai dengan peningkatan bobot tubuh.

 

FCR naik, pakan yang diberikan lebih banyak, tapi ukuran udang tetap, artinya biaya yang harus dikeluarkan petambak menjadi semakin besar, namun keuntungan yang didapat tidak sepadan cenderung rugi.

 

Selain itu, air yang terlalu tinggi suhunya biasanya kemampuan untuk mengikat oksigennya juga akan turun. Kondisi ini apabila terjadi secara kontinu maka dapat meningkatkan risiko hipoksia, udang menjadi kekurangan oksigen. Kemungkinan terburuknya adalah kematian massal.

 

3. Ketidakseimbangan Plankton (Blooming Algae) 

Musim kemarau sudah pasti disertai dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi. Hal ini dapat memicu pertumbuhan alga di tambak secara tidak normal atau sering disebut dengan blooming algae.

 

Hal yang membahayakan dari blooming algae adalah penurunan oksigen di malam hari, karena di situ alga akan menyerap oksigen dan melepas karbon dioksida. Selain itu, apabila terjadi crash atau kematian alga mendadak dalam jumlah besar, bisa memicu peningkatan amonia yang sangat beracun bagi udang.

 

Ancaman Penyakit

Kemarau berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit, mengingat kondisi ekosistem tambak yang tidak stabil membuat sistem imun udang menurun. Bakteri oportunistik seperti Vibrio sp sangat suka kondisi ini, karena dia akan semakin leluasa menginfeksi udang.

 

Dua penyakit yang pasti disebabkan oleh bakteri ini adalah White Feces Disease (WFD) dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND). Keduanya sangat mematikan dan menular, sehingga perlu diwaspadai oleh petambak.



Baca Juga

Komentar


bottom of page