Kesalahan Umum Dalam Menggunakan Anco Tambak Udang
- Redaktur: Audri Rianto
- 4 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Sebagai pembudidaya udang, Anda tidak bisa mengabaikan keberadaan anco. Alat ini sangat efektif untuk memantau pola makan udang, sehingga Anda bisa menentukan dosis pakan dengan tepat sasaran.
Namun, fungsi utama anco bisa hilang apabila Anda menggunakannya dengan asal-asalan. Ketika penggunaan anco salah, maka data yang dihasilkan tentu tidak akurat dan bisa meningkatkan risiko overfeeding.

Sumber: gdmorganic.com
Di bawah ini adalah beberapa daftar kesalahan yang sering dilakukan petambak terkait penggunaan anco.
1. Waktu Pengecekan Anco Terlalu Cepat atau Lambat
Melakukan pengecekan anco harus dilakukan pada waktu yang tepat, jangan terlalu cepat apalagi terlalu lambat, karena ketepatan waktu sangat mempengaruhi akurasi data. Pengecekan anco yang ideal itu dilakukan 1-2 jam setelah tebar pakan.
Banyak petambak masih sering melakukan kesalahan seperti mengangkat anco kurang dari 1 jam, bahkan lebih dari 3 jam. Data yang dihasilkan tentu tidak akurat, karena saat pengangkatan terlalu cepat seringnya udang belum siap makan, akibatnya udang seolah tidak nafsu makan padahal proses makannya yang belum tuntas.
Begitu juga sebaliknya, ketika pengecekan anco terlalu lama dilakukan maka sisa pakan bisa saja larut di air, membuat udang terlihat seolah menghabiskan pakannya tanpa sisa.
2. Mengangkat Anco Terlalu Kasar
Kesalahan lainnya adalah cara mengangkat anco yang terlalu kasar atau menyantak. Praktik seperti ini sangat dilarang karena bisa membuat sisa pakan keluar dari anco.
Sebaiknya anco diangkat dengan perlahan dan hati-hati, agar tidak ada sisa pakan yang tertinggal atau keluar. Ini sangat penting untuk keakuratan dalam mengevaluasi dosis pakan harian.
3. Penempatan Anco yang Asal-Asalan
Menempatkan anco di dalam tambak harus dilakukan dengan benar, jangan asal-asalan. Jangan letakkan anco di dekat kincir, karena arus yang dihasilkan kincir bisa membuat anco tidak stabil. Arus kincir juga bisa membuat pakan di dalam anco keluar dan terbuang sia-sia.
Sebaiknya, letakkan anco di area yang lebih terbuka dan tidak terlalu dengan dengat kincir. Pasang anco di beberapa titik tambak dengan merata, karena data dari anco-anco ini sangat mewakili populasi udang keseluruhan.
4. Tidak Menyesuaikan Dosis Pakan dengan Data Anco
Tetap memberikan dosis pakan normal, meski sudah mengamati anco adalah tindakan yang salah. Praktik ini tentu akan menimbulkan overfeeding dan pemborosan pakan.
Hal ini tidak hanya memicu penumpukan limbah di dasar tambak, tapi juga membuat biaya produksi membengkak.
Jadikan data anco sebagai acuan untuk menentukan dosis pakan. Jika sisa pakan dalam anco masih banyak, maka dosis pakan wajib dikurangi.
Begitupun sebaliknya, jika pakan tidak tersisa sama sekali, sebaiknya dosis pakan ditambah untuk menghindarkan udang dari kelaparan.
5. Mengabaikan Kebersihan Anco
Meski anco tidak digunakan terus-menerus sepanjang hari, bukan berarti anco tidak dirawat. Biasakan untuk tidak membiarkan anco terendam lama di dalam air, karena bisa membuatnya lumutan.
Selain itu, anco juga harus rutin dibersihkan supaya anco bisa lebih awet untuk pemakaian jangka panjang.
Baca Juga
