top of page

Peran Anco dalam Menentukan Porsi Pakan Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 15 Jun
  • 2 menit membaca

Semua petambak ingin keuntungan yang banyak, salah satu cara agar keuntungan bisa maksimal ialah menekan biaya produksi. Dari dulu sampai sekarang, komponen paling banyak menyumbang biaya produksi pada budidaya udang adalah pakan.

 

Udang memang butuh banyak makan demi mengimbangi pertumbuhannya, namun jumlah yang diberikan bisa dibuat lebih efisien, jika manajemen pemberian pakannya bagus.


 

Pastikan dosisnya sesuai sama yang udang butuhkan. Jangan sampai boros dan menghambur-hamburkan pakan, karena bisa menyebabkan biaya produksi makin membengkak.

 

Untuk menentukan dosis pakan udang yang tepat bisa menggunakan anco sebagi acuan. Anco atau jaring angkat ini bisa memberikan gambaran jelas terkait pola makan udang. Jika petambak bisa membaca data dari anco dengan baik, maka penentuan dosis pakan udang bisa dilakukan lebih presisi.

 

Cara Kerja Anco dalam Menentukan Porsi Pakan

Anco digunakan untuk mengamati sisa pakan yang diberikan pada udang. Saat penebaran pakan ke kolam tambak, sebagian kecilnya (0.5%-1%) harus diberikan ke permukaan anco sebelum akhirnya ditenggelamkan ke dalam tambak.

 

2-3 jam setelah pemberian pakan, anco bisa diangkat untuk melihat kondisi pakan di dalamnya, apakah masih ada sisa atau termakan habis. Dari data itu, petambak bisa menyesuaikan berapa jumlah pakan yang akan diberikan pada sesi berikutnya.

 

  • Pakan Habis Total: Ketika anco diangkat dan pakan yang dimasukkan habis total, ini menandakan bahwa nafsu makan udang dalam kondisi yang baik. Petambak bisa meningkatkan dosis pakan sebanyak 5%-10%, agar udang tidak kekurangan makan dan pertumbuhannya bisa lebih maksimal.

     

  • Sisa Pakan Sedikit: Ketika pakan di anco tersisa sedikit, kurang dari 10% dari yang diberikan, maka dosis pakan ini bisa dianggap ideal. Petambak tidak perlu menambah atau mengurangi jumlahnya pada sesi pemberian pakan berikutnya.


  • Sisa Pakan Banyak: Apabila pakan tersisa cukup banyak (lebih dari 20%), ini bisa menjadi tanda adanya masalah, baik itu karena pakan terlalu banyak diberikan atau memang nafsu makan udang sedang menurun.

     

  • Dosis pakan sebaiknya langsung dikurangi untuk mencegah akumulasi pakan di dasar tambak. Setelah dikurangi dosisnya, namun pakan tetap tersisa, maka ada indikasi udang mengalami penurunan kesehatan dan harus dilakukan pengamatan lanjutan.


Manfaat Tambahan Memantau Anco Secara Rutin

Setelah dijelaskan di atas, kita bisa mengerti bahwa penggunaan anco tidak hanya sekadar untuk menentukan dosis pakan udang yang tepat. Memeriksa anco secara rutin juga bisa menjadi alat untuk memantau kesehatan udang dan kondisi lingkungan tambak.

 

  • Deteksi Dini Gejala Penyakit: Ketika anco diangkat, petambak bisa langsung melihat kondisi udang pada tambaknya. Periksa kondisi fisik udang, jika udang terlihat mencurigakan, terutama warna tubuhnya yang memucat atau cangkangnya terlihat keropos, maka itu tanda udang mengalami infeksi penyakit.

     

  • Monitoring Kualitas Air Kolam: Ketika anco diangkat, namun udang tidak menunjukkan gejala mencurigakan, hanya saja nafsu makannya sedang menurun. Ini bisa jadi tanda bahwa udang sedang stres akibat kondisi lingkungan yang tidak stabil.



Baca Juga

Komentar


bottom of page