Frekuensi Pemberian Pakan Udang Memengaruhi Nilai FCR
- Redaktur: Audri Rianto
- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Orientasi seseorang membuka tambak udang sudah pasti ingin mendapatkan keuntungan. Cara mendapat keuntungan salah satunya ialah dengan meminimalkan biaya operasional.
Cara mudah untuk mengurangi biaya operasional ialah dengan menekan biaya pakan, sebab pakan adalah komponen budidaya yang paling banyak menyumbang biaya operasional.
Pemberian pakan harus efisien, agar nilai FCR (Feed Conversion Ratio) bisa rendah. Apa itu FCR? FCR adalah jumlah pakan yang dibutuhkan untuk membentuk satu kg udang.

Sumber: gdmorganic.com
Semakin kecil angkanya, maka semakin baik serapan pakannya yang menandakan tambak tidak boros pakan.
Banyak hal yang mempengaruhi nilai FCR pada tambak, salah satunya adalah frekuensi pemberian pakan.
Mengapa Frekuensi Pemberian Pakan Udang Memengaruhi FCR?
Secara biologi, udang memang punya saluran cerna yang pendek, namun metabolismenya cepat.
Jadi, udang tidak bisa mengonsumsi pakan dalam jumlah besar sekali waktu, artinya ia butuh asupan makanan dalam porsi kecil namun berkala.
Jika Anda memberinya pakan dengan porsi besar dengan frekuensi satu atau dua kali dalam sehari, maka akan banyak pakan yang terbuang percuma.
Pakan yang tidak dimakan udang ini akan tenggelam, kadang hancur di dalam air dan ada yang mengendap di dasar tambak menjadi limbah.
Ini bisa menjadi gambaran bahwa memberi pakan dalam jumlah besar, namun frekuensinya kecil akan menyebabkan penurunan kualitas air. Selain FCR meningkat, udang bisa rawan terserang penyakit akibat limbah yang terlalu banyak menumpuk.
Hal ini juga berlaku sebaliknya, memberi pakan dengan frekuensi terlalu sering juga tidak baik, seperti lebih dari lima kali dalam sehari.
Hal ini juga bisa meningkatkan risiko overfeeding, karena jarak pemberian pakan terlalu dengan tidak memberikan udang menyerap makanannya dengan sempurna.
Alhasil, udang masih kenyang tapi sudah diberi pakan lagi, yang ada pakan tidak disentuh udang dan akhirnya terbuang menjadi limbah organik.
Frekuensi Pakan Ideal
Nilai FCR ideal untuk udang vaname adalah 1,1 hingga 1,2 yang berarti hanya butuh 1,1 kg sampai 1,2 kg pakan saja untuk membentuk 1 kg udang.
Untuk mencapai angka tersebut, frekuensi ideal yang direkomendasikan adalah 3 sampai 5 kali sehari dengan jeda 4 sampai 4,5 jam setiap sesinya.
Jeda waktu tersebut terbukti ideal untuk memberi kesempatan pencernaan udang menyerap nutrisi dan mengosongkan diri sehingga siap menerima pakan di sesi selanjutnya.
Frekuensi pakan ini juga harus disesuaikan dengan usia udang dalam tambak, jadi jangan dipukul rata.
DOC 1 hingga 15 hari: Pakan diberikan cukup 3 kali sehari, karena ini masih fase awal udang dibudidayakan dan kebutuhan nutrisinya masih relatif kecil.
DOC 16 hingga 30 hari: Dari sini, frekuensi pemberian pakan bisa ditingkatkan menjadi 4 kali sehari, karena fisik udang sudah semakin besar dan butuh asupan nutrisi lebih banyak, sudah pasti kapasitas organ pencernaannya juga turut membesar.
DOC > 30 hari: Udang sudah memasuki fase dewasa, pakan yang diberikan juga harus dioptimalkan menjadi 4 hingga 5 kali sehari. Pada fase ini, pertumbuhan udang menjadi sangat pesat, jadi butuh nutrisi yang lebih banyak dan stabil untuk menunjang metabolismenya.
Selain menyesuaikan frekuensi pemberian pakan, petambak juga wajib monitoring perilaku makannya.
Gunakan anco setiap sesi pemberian pakan, dari situ petambak bisa memastikan apakah pakan yang diberikan habis atau tersisa, jadi dosis pakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan udang secara akurat.
Baca Juga




Komentar