top of page

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai FCR Budidaya Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Budidaya udang termasuk usaha yang membutuhkan modal besar dan pakan termasuk komponen yang paling banyak menyumbang biaya operasional. Oleh sebab itu, pemberian pakan harus dikelola dengan baik, jangan sampai boros karena bisa membuat biaya operasional semakin membengkak.


 

Untuk melihat sudah efektif atau belum cara pemberian pakan, petambak bisa memantaunya dengan menghitung nilai FCR (Feed Conversion Ratio). Apa itu? FCR adalah nilai yang mengindikasikan jumlah pakan yang dibutuhkan untuk membentuk satu kilo udang.

 

Dari definisi tersebut, bisa diartikan bahwa semakin kecil nilai FCR maka semakin efisien pemberian pakan udang. Semakin kecil nilai FCR maka pakan yang dibutuhkan untuk mendapatkan udang 1 kilo semakin sedikit, artinya biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit.

 

Supaya petambak bisa berhemat atau mengefisienkan pemberian pakan, petambak harus memahi faktor-faktor yang bisa mempengaruhi nilai FCR itu sendiri. Ini dia beberapa faktor pemengaruhnya.

 

Kualitas Pakan

Pakan harus memiliki mutu yang baik, tidak hanya soal umur simpan (kadaluwarsa) tapi juga kandungan gizinya. Udang butuh pakan dengan gizi seimbang, kalau bisa dengan kandungan protein yang tinggi.

 

Protein sangat dibutuhkan tubuh udang untuk terus tumbuh dan berkembang tepat waktu. Kekurangan protein membuat laju pertumbuhan melambat, meningkatkan FCR dan memperpanjang waktu panen.

 

Frekuensi Pemberian Pakan

Memberikan pakan pada udang harus diatur dengan jadwal yang presisi. Optimalnya, udang diberi makan 3-5 kali dalam sehari. Frekuensi ini memberi waktu udang untuk memakan pakan yang diberikan sekaligus mencernanya dengan maksimal.

 

Frekuensi di bawah itu akan membuat udang kelaparan, karena kurang makan. Ini bisa membuat FCR membengkak karena pertumbuhannya yang melambat.

 

Frekuensi di atas itu membuat banyak pakan malah terbuang. Hal ini juga bisa meningkatkan FCR, karena lebih banyak pakan yang terbuang daripada yang termakan udang.

 

Kondisi Lingkungan

Ada beberapa kondisi lingkungan yang mempengaruhi nafsu makan udang, seperti suhu air. Udang tidak bisa hidup di suhu yang terlalu tinggi atau terlaru rendah karena bisa membuat nafsu makannya turun.

 

Mau sebanyak apapun pakan yang diberikan, kalau suhu lingkungannya tidak optimal maka pakan akan lebih banyak terbuang. Udang sulit berkembang, sementara pakan yang diberikan melebihi dosis optimal, artinya FCR akan meningkat.

 

Padat Tebar Terlalu Tinggi

Petambak harus jeli dalam menentukan padat tebar, karena ketika kepadatan udang melebihi kapasitas kolam, maka persaingannya dalam memperebutkan pakan menjadi tidak sehat. Distribusi pakan menjadi tidak merata, karena udang dominan yang akan mendapatkan jatah pakan lebih banyak.

 

Karena tidak semua udang mendapatkan makanan yang cukup, pertumbuhan jadi tidak seragam dan nilai FCR akan memburuk.

 

Kesehatan Udang

Faktor terakhir yang cukup krusial dalam menentukan nilai FCR adalah kesehatan udang itu sendiri. Udang yang terinfeksi penyakit tidak jadi tidak nafsu makan, terlebih lagi saat organ pencernaannya yang mengalami gangguan.

 

Jika sudah begini, bukan hanya nilai FCR yang semakin meningkat, tapi tingkat kelangsungan hidup udang juga akan terancam.



Baca Juga

Komentar


bottom of page