top of page

Evaluasi Nafsu Makan Udang Melalui Pengamatan Anco Harian

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 hari yang lalu
  • 3 menit membaca

Udang termasuk komoditas yang butuh banyak makan sebab metabolismenya tergolong cepat. Jika pemberian pakan tidak mengimbangi pertumbuhannya, maka udang berisiko sulit besar.


Sebaliknya, apabila pemberian pakan melebihi kebutuhannya, petambak akan semakin boncos.


 

Oleh karena itu, keberhasilan budidaya udang sangat bergantung pada manajemen pakannya. Metode paling efektif untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan pakan udang ialah dengan melakukan pengamatan anco.

 

Apa itu Pengamatan Anco dalam Budidaya Udang?

Anco atau jaring angkat adalah alat krusial yang harus ada di tambak. Fungsi utamanya adalah untuk mengamati pola makan udang. Dari pengamatan anco, petambak bisa tahu nafsu makan udang, pertumbuhan dan kesehatannya sekaligus.

 

Dengan melakukan pengamatan anco, petambak bisa menentukan dosis pakan yang sesuai dengan kebutuhan udang. Hal ini penting dilakukan supaya udang tidak kelaparan serta mencegah pemborosan pakan.

 

Panduan Waktu dan Cara Cek Anco yang Benar

Supaya akurasi evaluasi pakan tetap tinggi, waktu pengangkatan anco harus dilakukan dengan tepat.


Artinya, anco diangkat tidak boleh terlalu cepat ataupun terlalu lambat, karena kalau terlalu cepat takutnya udang belum selesai makan, sementara kalau terlalu lambat sisa pakan bisa larut dalam air.

 

Untuk waktu pengangkatan anco idealnya dilakukan 1-2 jam setelah pakan ditebar. Ini juga harus disesuaikan dengan umur udang, karena semakin dewasa udang maka waktu pengangkatan anco semakin dipercepat.

 

Untuk banyak pakan yang dimasukkan ke dalam anco adalah 0,5% hingga 1% dari total dosis pakan yang ditebarkan ke dalam kolam tambak.

 

Menyesuaikan Dosis Pakan Berdasarkan Data Anco

Setelah anco diangkat, perhatikan dengan seksama, apakah ada sisa pakan yang tertinggal atau malah habis total. Dari data ini petambak bisa menyesuaikan dosis pakan pada sesi berikutnya.

 

Apabila pakan tidak tersisa sama sekali, itu tandanya udang dalam kondisi kelaparan. Sebaiknya, dosis pakan ditambah 5% - 10% untuk sesi berikutnya.

 

Apabila pakan tersisa sedikit (kurang dari 10%), maka ini dianggap normal. Kebutuhan pakan udang tercukupi dengan baik, untuk itu dosis pakan sebaiknya dipertahankan.

 

Apabila pakan yang tersisa agak banyak (25%-50%), menandakan nafsu makan udang sedang menurun. Dosis pakan sebaiknya dikurangi 20% untuk mencegah banyak pakan yang terbuang, karena bisa meningkatkan pembusukan di dasar tambak.

 

Apabila pakan yang tersisa sangat banyak (lebih dari 50%), sebaiknya pemberian pakan dihentikan sementara sambil dilakukan evaluasi kualitas air. Bisa saja kualitas air sedang menurun yang kemudian membuat udang stres dan tak mau makan.

 

Indikator Klinis Saat Pengamatan Anco

Tujuan utama pengecekan anco memang untuk melihat seberapa banyak pakan yang tersisa, namun petambak tidak harus selalu fokus pada hal itu.


Pengecekan tambak juga bisa digunakan untuk melihat kesehatan udang, caranya ialah dengan memperhatikan tiga aspek krusial ini.

 

  • Kondisi Feses: Saat pengecekan anco, biasanya feses udang juga turut masuk ke dalam. Perhatikan kondisi fesesnya, apabila terlihat panjang, utuh dan warnanya mirip dengan pakan yang diberikan maka udang dianggap sehat. Apabila warna feses pucat dan putus-putus, bisa jadi udang terinfeksi penyakit WFD (White Feces Disease).


  • Kondisi Fisik Udang: Periksa juga keadaan fisik udang, pastikan bahwa ususnya tidak kosong, tubuhnya transparan dan tidak pucat, tidak ada bercak hitam dan anggota tubuhnya lengkap. Jika semua kriteria itu ada pada udang, maka udang dianggap sangat sehat.


  • Kelincahan Udang: Saat anco diangkat, udang yang sehat tentu akan melompat-lompat aktif. Udang yang aktif adalah udang yang sehat, jika udang terlihat lemas cenderung berdiam diri, bisa jadi ada masalah lingkungan atau sedang mengalami infeksi.



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page