top of page

Perbedaan WMS dan IMNV Serta Cara Tepat Menanganinya

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 3 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Otot yang berubah warna merupakan salah satu indikasi adanya masalah kesehatan pada udang. Ada dua penyakit yang gejalanya berhubungan dengan perubahan warna otot tubuh udang, yaitu Myo atau Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) dan White Muscle Syndrome (WMS).


 

Meski sama-sama membuat warna otot udang berubah, namun keduanya tetap saja memiliki perbedaan. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya simak artikel ini hingga akhir.

 

Apa Itu IMNV (Myo)?

Myo atau Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini menyerang jaringan otot skeletal udang, yaitu otot ruas bawah hingga ekor yang ditandai dengan berubahnya warna otot tersebut.

 

Otot yang terserang penyakit ini akan berubah warna menjadi kemerahan seperti udang direbus. IMNV sangat menular bahkan bisa menyebar dari satu kolam ke kolam lainnya melalui saluran air atau peralatan tambak.

 

Apa Itu White Muscle Syndrome (WMS)?

Jika IMNV disebabkan oleh virus, White Muscle Syndrome (WMS) disebabkan oleh infeksi bakteri. Penemuan lapangan mengungkapkan bahwa WMS paling utama disebabkan oleh infeksi bakteri Photobacterium damselae (PDD).

 

Kemunculan bakteri ini disebabkan oleh buruknya manajemen lingkungan dasar tambak. Kotoran dan lumpur dasar tambak yang tidak terkontrol memicu zona anaerob yang menjadi sarang bakteri patogen, termasuk PDD.

 

Udang yang terkena penyakit ini ditandai dengan perubahan warna otot menjadi keruh atau putih susu, terutama di bagian abdomen dan disertai dengan pengkroposan cangkang.

 

Tabel Perbedaan IMNV dan WMS

Untuk lebih mudah dalam memahami perbedaan antara IMNV dan WMS, Anda bisa melihatnya dari tabel berikut.

Karakteristik

White Muscle Syndrome (WMS)

Infectious Myonecrosis Virus (IMNV)

Penyebab Utama

Diduga Bakteri (Photobacterium damselae) & Faktor Lingkungan.

Virus (Infectious Myonecrosis Virus).

Gejala Visual

Otot putih susu, tubuh cenderung kaku, sering disertai cangkang keropos.

Otot putih kemerahan (seperti udang rebus) pada bagian ekor/ruas bawah.

Kematian

Bisa meningkat drastis jika kualitas dasar tambak buruk.

Kematian berkelanjutan (kronis) namun bisa meledak saat ada perubahan cuaca.

Faktor Pemicu

Akumulasi lumpur, zona anaerob, dan ketidakseimbangan mineral.

Stres lingkungan, fluktuasi suhu, dan densitas tebar yang terlalu tinggi.

Sifat Penyakit

Cenderung bersifat lokal (tergantung kondisi manajemen tambak).

Sangat menular (infeksius) dan dapat menyebar antar kolam melalui air/vektor.

Hasil PCR

Negatif IMNV (Jika penyebabnya murni bakteri/lingkungan).

Positif IMNV.

 

Strategi Penanganan yang Tepat

Penyebab dari kedua penyakit berbeda, artinya butuh tindakan pencegahan yang berbeda juga.

 

Penanganan IMNV 

Untung mencegah penularan IMNV, fokus utamanya adalah memperbaiki biosekuriti. Penyebab penyakit ini adalah virus yang sangat menular, artinya Anda harus Karena memutus rantai penularannya. Hindari perpindahan alat antar kolam dan jaga kestabilan parameter air (suhu dan pH) agar imun udang tidak mudah anjlok.

 

Penanganan WMS

Sedangkan untuk WMS, fokus utama petambak adalah memperbaiki manajemen dasar tambak, karena WMS disebabkan oleh bakteri PDD yang berkembang biak pada lingkungan dasar tambak yang tidak terawat.

 

Meningkatkan frekuensi siphon sangat dianjurkan untuk mengurangi sedimentasi dan mencegah terbentuknya zona anaerob. Selain itu, cukupi kebutuhan mineral udang, terutama kalsium dan magnesium demi menjaga fungsi otot tetap normal serta membantu proses molting berjalan sempurna.



Baca Juga


Komentar


bottom of page