Kesehatan Hepatopankreas, Kunci Sukses Budidaya Udang Vaname
- Redaktur: Audri Rianto
- 19 Mar
- 2 menit membaca
Udang yang sehat ditentukan dari kualitas organ pencernaannya, karena di sanalah proses penyerapan nutrisi berlangsung. Saat nutrisi pada pakan terserap dengan baik, maka udang bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sumber: hpu.edu
Hepatopankreas adalah organ pencernaan udang yang menjadi pusat dari metabolisme serta tempat penyimpanan cadangan makanan. Organ ini juga disebut sebagai benteng pertahanan bagi udang terhadap serangan penyakit.
Mengapa Hepatopankreas Sangat Penting bagi Udang Vaname?
Letak organ hepatopankreas adalah di bagan kepala (cephalothorax) dengan fungsi ganda, seperti memproduksi enzim pencerna makanan serta menyerap nutrisi dari makanan yang telah dicerna, mirip seperti fungsi hati dan pankreas pada manusia.
Hepatopankreas juga menjadi tempat penyimpanan cadangan lemak yang berguna pada proses molting atau ganti kulit.
Ketika organ ini mengalami gangguan, udang bisa mengalami gagal tumbuh dan gampang terserang penyakit mematikan melalui infeksi bakteri dan parasit mikrosporidia.
Ancaman Penyakit pada Hepatopankreas
Dalam budidaya udang, ada dua penyakit yang secara spesifik menyerang organ hepatopankreas, yaitu EHP dan AHPND.
EHP (Enterocytozoon hepatopenaei)
Parasit ini bisa mencuri energi dan nutrisi dari dari sel-sel udang, membuat udang tetap hidup tapi pertumbuhannya stagnan. Alhasil, FCR menjadi tinggi dan membuat petambak mengalami kerugian dari pemberian pakan.
AHPND/EMS (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease)
Vibrio parahaemolyticus adalah dalang dari penyakit ini, Ia akan menyebaran racun ke jaringan hepatopankreas, membuatnya rusak secara singkat. Akibatnya, udang bisa mati massal hanya dalam waktu 10 sampai 30 hari setelah tebar.
Cara Menilai Kesehatan Hepatopankreas Secara Visual
Hepatopankreas sebaiknya dicek dengan rutin, pastikan pankreas punya ciri-ciri di bawah ini yang menandakan organ tersebut dalam keadaan sehat.
Warna: Warna hepatopankreas yang sehat adalah cokelat tua atau kehitaman yang menandakan organ penuh dengan nutrisi dan lipid.
Tekstur: Jika ditekan, hepatopankreas akan memiliki tekstur padat, kenyal, dan tidak gampang hancur.
Isi Gut: Usus udang akan terlihat penuh dan warnanya juga selaras dengan warna hepatopankreas.
Sebaliknya, jika organ ini tampak pucat, putih, atau mengecil (atropi), itu adalah sinyal bahaya bahwa udang sedang mengalami stres atau infeksi tahap awal.
Strategi Menjaga Kesehatan Hepatopankreas
Menjaga kesehatan hapatopankreas dalam budidaya udang itu wajib hukumnya, maka dari itu lakukanlah langkah-langkah di bawah ini secara rutin.
Pemberian Imunostimulan dan Vitamin
Vitamin dan imunostimulan bagusnya dicampurkan langsung ke dalam pakan, jadi ketika diberikan pada udang bisa terserap dengan baik ke sistem pencernaannya. Contoh imunostimulan yang sering digunakan adalah vitamin, beta-glucan, atau asam amino yang berguna untuk menguatkan membran sel hepatopankreas.
Aplikasi Probiotik Rutin
Sudah sepatutnya probiotik diaplikasikan dalam tambak secara rutin guna menekan bakteri jahat di air dan usus udang. Probiotik akan membantu meringankan kerja hepatopankreas dalam menyaring racun.
Kontrol Kualitas Air
Fluktuasi pH dan suhu yang drastis dapat menyebabkan stres oksidatif pada organ pencernaan. Menjaga alkalinitas di atas 120 ppm sangat disarankan untuk stabilitas lingkungan.
Manajemen Pakan yang Tepat
Hindari pemberian pakan berlebih (overfeeding) yang dapat menyebabkan pembusukan organik di dasar tambak yang bisa memicu ledakan populasi Vibrio.
Baca Juga
EHP dan Kaitannya dengan Penyakit Berak Putih pada Udang Vaname




Komentar