Musik Klasik Disebut Bermanfaat untuk Budidaya Ikan Nila
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Ikan nila saat ini masih menjadi pilihan utama banyak orang untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Selain karena harganya murah, ikan nila ini punya daging yang enak serta gampang diolah ke dalam masakan apapun.

Banyaknya permintaan ikan nila di pasar regional, menarik minat banyak orang untuk membudidayakannya. Untuk membudidayakan ikan nila, sebenarnya tidak terlalu sulit selama pengelolaan pakan dan kualitas airnya terjaga, maka nila bisa terus produktif sampai panen.
Saat ini, sudah banyak inovasi dalam memelihara nila dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu temuan menarik ialah musik klasik ternyata bisa meningkatkan pertumbuhannya.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Effects of auditory stimuli on the swimming behavior of Nile tilapia (Oreochromis niloticus): Implications for aquaculture welfare management” ini menunjukkan bahwa musik klasik bisa menciptakan lingkungan budidaya yang tenang bagi ikan nila.
Dengan ketenangan yang tercipta, ikan nila dinilai minim sekali mengalami stres sehingga membantunya tumbuh dengan lebih baik.
Riset Musik Klasik pada Budidaya Ikan Nila
Ide awalnya ialah menyelesaikan permasalahan pada budidaya perikanan intensif, karena ikan nila dinilai sangat sensitif organ sensorinya, jadi sangat mudah mengalami stres. Tim peneliti awalnya mencoba berbagai elemen suara dan melihat elemen mana yang berpengaruh terhadap produktivitas dan perilaku ikan.
Metodologi Penelitian
Uji coba tersebut dilakukan dalam laboratorium menggunakan 75 ekor ikan nila muda. Dari 75 ekor tersebut, dibagi ke dalam 15 akuarium, jadi setiap akuarium hanya terisi 5 ekor ikan nila. Peneliti kemudian membandingkan pengaruh empat genre musik yang berbeda terhadap perilaku berenang ikan di 15 akuarium tersebut selama 4 minggu.
Musik Klasik: Komposisi dari Beethoven dan Mozart.
Musik Pop: Lagu-lagu hits dari Ed Sheeran dan Taylor Swift.
Musik Rock: Distorsi dari Metallica dan Nirvana.
Musik Elektronik: Dentuman EDM dan ketukan Lo-Fi Beats.
Tanpa musik.
Selanjutnya, musik dimainkan selama 30 menit setiap hari selama 4 minggu ketika ikan diberi makan, yaitu pukul 08.00 dan 16.00. Musik dimainkan dengan pengeras suara tepat di atas akuarium dengan intensitas suara 70 desibel (dB).
Hasil Penelitian
Peneliti kemudian menggunakan software Tracker, untuk memantau setiap pergerakan ikan. Hasilnya, ikan yang diberi musik klasik dan pop menunjukkan perilaku berenang yang stabil, tenang dan teratur. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat stres pada ikan sangat rendah.
Sedangkan, ikan yang diberi musik rock dan EDM, menunjukkan perilaku yang tidak menentu, gerakan tidak beraturan yang menandakan adanya peningkatan stres pada ikan.
Kesimpulan
Genre musik yang tenang seperti musik klasik, terbukti dapat menekan tingkat stres pada ikan nila. Ini sangat cocok untuk dijadikan alat manajemen stres yang hemat biaya. Ikan yang sejahtera, tentu akan terjaga produktivitasnya hingga waktu panen tiba.
Baca Juga




Komentar