top of page

Waspada Defisiensi Kalium pada Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 8 Mar
  • 2 menit membaca

Pengolaan air merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan usaha budidaya udang. Pengolaan air tambak bukan hanya sebatas menjaga kadar oksigen saja, namun ada parameter lain yang cukup krusial namun sering diabaikan, yaitu keseimbangan mineral, khususnya kalium.


 

Mengapa Kalium Sangat Penting bagi Udang?

Kalium dalam tambak berfungsi sebagai penyeimbang ion dalam sistem osmoregulasi pada udang. Udang terus menerus melakukan osmoregulasi untuk menyeimbangkan cairan tubuhnya dengan lingkungan tempat ia hidup.

 

Ketika kalium di tambak terlalu rendah dibandingkan dengan kalium yang ada dalam tubuh udang, maka udang akan mengalami gangguan metabolisme, membuatnya stres dan mati.

 

Tanda-Tanda Utama Udang Kekurangan Kalium

Ketika udang dalam tambak menunjukkan gejala-gejala seperti di bawah ini, maka besar kemungkinan udang telah mengalami defisiensi kalium.

 

1. Kram Otot dan Postur Tubuh Abnormal

Ciri utama udang mengalami kekurangan kalium ialah berubahnya postur tubuh. Kekurangan kalium membuat otot tubuh udang kram, memaksa tubuh udang melengkung tidak wajar. Perubahan postur tubuh ini akan terlihat jelas ketika dilakukan pengecekan menggunakan anco. Tubuh udang yang melengkung ini juga sulit untuk diluruskan, karena otot yang kram membuat tubuhnya menjadi kaku.

 

2. Otot Keruh

Udang yang sehat memiliki warna otot yang jernih transparan, namun ketika kekurangan kalium ototnya akan berubah warna menjadi putih susu atau keruh. Perubahan warna ini adalah indikasi bahwa sel otot mengalami nekrosis. Sel otot akan perlahan-lahan mati, jika dibiarkan terlalu lama maka udang bisa mati.

 

3. Masalah pada Proses Molting

Kalium juga membantu udang dalam proses molting, tepatnya pada proses pengerasan cangkang baru. Kalium akan bekerja sama dengan kalsium dan magnesium, jadi ketika udang kekurangan kalium maka efeknya cangkang baru akan lunak (sulit mengeras). Udang dengan cangkang yang lunak akan menjadi sasaran kanibalisme serta gampang terserang penyakit.

 

4. Penurunan Nafsu Makan Drastis

Udang yang kekurangan kalium akan mengalami stres osmotik, akibatnya energi hanya difokuskan untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Dengan begitu, nafsu makan udang akan berkurang serta pertumbuhannya menjadi terhambat.

 

Langkah Strategis Mengatasi Defisiensi Kalium

Jika Anda rasa tambak yang Anda kelola mengalami defisiensi kalium, maka sebaiknya lakukan langkah-langkah di bawah ini.


Uji Kualitas Air secara Rutin

Kalium sangat berhubungan erat dengan salinitas air. Ketika salinitas dalam keadaan ideal, maka kalium juga dianggap ideal. Sebaliknya, jika salinitas rendah maka kalium juga dalam keadaan rendah.


Aplikasi Kalium Klorida (KCl) 

Untuk meningkatkan salinitas dan kalium dalam tambak, Anda bisa menambahkan KCl dengan dosis ideal 25-75 mg/L. Sebelum ditebar dalam tambak, kalium sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu di dalam air. Setelah larut merata, barulah ditebar ke dalam tambak.


Manajemen Salinitas 

Pada tambak dengan salinitas rendah, kebutuhan akan suplementasi mineral jauh lebih tinggi dibandingkan tambak air laut.



Baca Juga

Komentar


bottom of page