top of page

Mengaplikasikan Kalium Klorida pada Tambak, Apa Manfaatnya untuk Udang?

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Dari dulu hingga sekarang, yang namanya budidaya udang sudah pasti butuh kualitas air yang ideal. Kualitas air harus terus terjaga, salah satu parameternya adalah keseimbangan mineral. Mineral sangat dibutuhkan udang dalam menjaga metabolisme tubuhnya tetap prima. Salah satu mineral yang dibutuhkan karena peran vitalnya adalah kalium.


 

Membuat kadar kalium tambak naik, petambak bisa menambahkannya dari luar, caranya ialah dengan menambahkan Kalium Klorida (KCl) sesuai dosis yang tepat.

 

KCl memang lebih umum digunakan sebagai pupuk pertanian, tapi bukan berarti tidak bisa digunakan untuk tambak udang. Saat ini, penggunaan KCl pada tambak sudah menjadi praktik yang umum dilakukan, terutama pada kondisi tambak dengan salinitas rendah.

 

Lantas, apa saja manfaat KCl bagi lingkungan tambak udang? Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

1. Menjaga Keseimbangan Osmoregulasi

Osmoregulasi adalah upaya udang menjaga keseimbangan cairan dan garam dalam tubuhnya. Proses ini terus dilakukan udang untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan tambak. Dengan kalium yang cukup, osmoregulasi dapat berjalan dengan baik.

 

Udang tidak perlu menghabiskan lebih banyak energi hanya untuk menyeimbangkan cairan tubuhnya, sehingga energi yang ada bisa disalurkan untuk memperkuat metabolisme tubuh. Dengan begitu, udang bisa tumbuh dengan optimal.

 

2. Mendukung Proses Molting yang Sempurna

Selama hidupnya, udang akan mengalami pergantian kulit beberapa kali, menyesuaikan dengan bentuk tubuhnya yang semakin besar. Agar kulit baru yang terbentuk cepat mengeras, udang butuh asupan mineral yang cukup.

 

Untuk itu, tambak tidak boleh mengalami defisiensi kalium, karena bisa membuat udang gagal molting. Udang yang gagal molting biasanya akan memiliki kulit yang lembek, sehingga sangat rentan mati.

 

3. Meningkatkan Kelangsungan Hidup (Survival Rate)

Udang yang kekurangan kalium, terutama pada tambak dengan salinitas rendah akan mudah mengalami kematian mendadak. Gejala yang muncul biasanya tubuh udang terlihat memutih yang sering disebut kram otot.

 

Dengan pemberian KCl secara rutin ke dalam tambak, maka kram otot dapat dihindari. Membuat udang jadi lebih sehat, tidak mudah mati dan yang pasti target panen yang diinginkan petambak bisa tercapai.

Berapa Dosis yang Tepat?

Dosis penggunaan KCl yang direkomendasikan adalah 25-75 mg/L, namun untuk hasil terbaik bisa ditambahkan menjadi 50 mg/L.

 

Untuk menggunakannya, petambak bisa melarutkannya terlebih dahulu ke dalam air. Jika larutan sudah merata, petambak bisa menebarkan larutan tersebut ke permukaan tambak sambil diaduk ringan agar lebih cepat tercampur dengan air.

 

Selanjutnya, petambak harus melakukan pemantauan terhadap salinitas, pH dan suhu air secara teratur. Pastikan peningkatan salinitas pada tambak tidak terlalu tinggi, karena bisa membuat udang stres dan mati.



Baca Juga

Komentar


bottom of page