top of page

Pakan Maggot vs Pakan Komersil untuk Udang Vaname. Mana yang Lebih Unggul?

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 4 Mar
  • 2 menit membaca

Untuk bisa tumbuh dengan baik, udang butuh pakan bernutrisi. Dengan kata lain, pakan merupakan kebutuhan mendasar bagi udang. Saking dibutuhkannya, pakan bisa menghabiskan 60-70% biaya produksi dalam satu siklus budidaya.


 

Permasalahan yang kerap muncul adalah harga pakan yang tidak stabil, hampir setiap tahun mengalami kenaikan.

 

Untuk menekan biaya produksi, petambak biasanya mencari sumber pakan alternatif yang lebih murah namun tetap bergizi. Salah satu yang paling direkomendasikan saat ini adalah maggot (larva lalat Black Soldier).

 

Sebelum memutuskan untuk beralih ke pakan maggot, penting bagi Anda untuk memahami dampaknya terhadap kualitas air dan pertumbuhan udang.

 

Berikut adalah perbandingan mendalam antara pakan komersil dan pakan maggot berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Abd. Khalik dkk dari Universitas Negeri Makassar.

 

Protein dan Kelengkapan Gizi

Dari segi kelengkapan gizi, pakan komersil lebih unggul karena memang dirancang khusus dengan formula yang sangat presisi. Protein, lemak, vitamin dan mineral dibuat seimbang serta disesuaikan dengan kebutuhan udang pada setiap fase pertumbuhan.

 

Sementara itu, maggot hanya unggul pada kandungan proteinnya yang tinggi, mencapai 40-50%. Protein yang tinggi memang sangat dibutuhkan udang untuk pertumbuhan ototnya yang lebih cepat.

 

Selain itu, maggot juga mengandung asam laurat yang berfungsi sebagai antibiotik alami bagi udang, membuatnya tidak mudah terserang penyakit.

 

Dampak terhadap Kualitas Air

Dalam budidaya udang, kualitas air juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan budidaya yang produktif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang mencolok antara kedua jenis pakan ini terhadap kualitas air.


Total Suspended Solid (TSS)

Kedua pakan memberikan dampak terhadap kekeruhan air tambak. Pada akuarium yang diberi pakan komersil, tingkat kekeruhan air lebih stabil.

 

Sedangkan untuk akuarium yang diberi pakan maggot segar menunjukkan tingkat kekeruhan yang lebih pekat dengan nilai TSS memcapai 143 mg/L di awal pengamatan. Air yang keruh akan menghambat oksigen masuk, membuat udang kesulitan bernapas.

 

Bahan Organik Total (BOT)

Untuk parameter ini, lagi-lagi pakan maggot menunjukkan hasil yang kurang baik. Pakan maggot menghasilkan sisa bahan organik yang lebih tinggi (68,17 - 75,10 mg/L) dibandingkan dengan pakan komersil.

 

Nilai ini berhubungan dengan sifat maggot yang mudah hancur ketika diberikan pada udang. akibatnya, maggot sering tidak langsung habis dimakan, kemudian menumpuk di dasar akuarium uji coba.

 

Kestabilan Alkalinitas dan pH

Dari segi kestabilan alkalinitas dan pH air, pakan maggot lebih unggul. Nilai alkalinitas yang dihasilkan adalah 197,59 mg/L, masuk ke dalam kategori stabil terutama pada tambak intensif.


Nilai alkalinitas yang stabil sangat penting untuk udang, terutama untuk pembentukan cangkang baru pada fase molting. Udang yang hidup di lingkungan dengan alkalinitas rendah akan mengalami penyakit cangkang lunak yang sangat berbahaya.

 

Mana yang Lebih Efektif untuk Budidaya?

Jika Anda mengutamakan kemudahan manajemen, pakan komersil adalah pilihan yang tepat, karena pakan ini tidak mudah merusak kualitas air sehingga risiko munculnya amonia lebih rendah.

 

Namun, jika Anda ingin menekan biaya produksi dan meningkatkan imunitas udang, maka maggot adalah solusi yang sangat potensial. Kuncinya terletak pada manajemen pemberian pakan, jangan sampai overfeeding karena maggot lebih cepat mengotori air. Petambak juga diwajibkan untuk melakukan penyiphonan secara rutin, agar air tetap bersih dan terawat.



Baca Juga

Komentar


bottom of page