Fungsi Utama Alkalinitas dalam Budidaya Udang Vaname
- Redaktur: Audri Rianto
- 21 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Panen maksimal merupakan hasil akhir yang sangat dinantikan oleh petambak. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, petambak harus menjaga tambaknya untuk terus produktif, caranya ialah dengan menjaga kualitas air dari awal budidaya hingga panen tiba.

Sumber: aquaasiapac.com
Kualitas air tersusun dari beberapa parameter inti dan alkalinitas sering kali menjadi parameter tersembunyi yang jarang dilihat, namun menjadi penentu keberhasilan budidaya.
Petambak kebanyakan hanya fokus pada pH, padahal alkalinitas yang memiliki kemampuan dalam mengatur kestabilan pH itu sendiri. Untuk itu, memahami fungsi utama alkalinitas sangat penting untuk petambak agar proses budidaya bisa berjalan optimal.
Apa Itu Alkalinitas?
Secara garis besar, alkalinitas merupakan kemampuan air untuk menetralkan asam atau mempertahankan pH saat terjadi perubahan kimiawi di dalam tambak. Dalam budidaya udang, alkalinitas Adalah buffer atau penyangga yang bertugas mencegah terjadinya fluktuasi pH yang ekstrem.
Fungsi Utama Alkalinitas bagi Udang Vaname
Alkalinitas dalam tambak udang memiliki 3 peran krusial yang wajib dipahami petambak.
1. Menjaga Stabilitas pH (Buffer System)
Tambak rawan sekali mengalami fluktuasi pH, apalagi di waktu siang dan malam hari. Pada siang hari, pH air akan cenderung naik karena plankton sedang melakukan fotosintesis. Pada proses ini, plankton akan menyerap CO2 bebas yang ada pada tambak yang kemudian dapat menaikkan pH.
Sebaliknya, ketika malam hari plankton tidak melakukan fotosintesis, melainkan melakukan respirasi. Proses ini merupakan proses kebalikan dari fotosintesis, di sini plankton akan melepaskan CO2 pada tambak, yang kemudian dapat menurunkan pH.
Alkalinitas yang stabil di angka 100-150 ppm akan membantu fluktuasi pH berjalan sewajarnya (tidak lebih dari 0,5 unit per hari), sehingga lingkungan tambak tetap ideal untuk kehidupan udang.
2. Mempercepat Proses Pengerasan Cangkang (Molting)
Pada siklus hidupnya, udang akan mengalami pergantian cangkang atau molting beberapa kali. Ketika cangkang lama terlepas, udang butuh mineral karbonat dari air untuk membentuk dan mengeraskan cangkang baru.
Alkalinitas yang optimal memastikan ketersediaan ion karbonat yang cukup. Jika alkalinitas terlalu rendah, udang akan mengalami kondisi "soft shell" (cangkang lembek) dalam waktu lama, yang membuatnya rentan terhadap kanibalisme dan infeksi bakteri.
3. Mendukung Kinerja Bakteri Nitrifikasi
Budidaya udang sering kali menciptakan akumulasi amonia, terutama pada tambak intensif. Untuk mengurai amonia menjadi senyawa yang lebih aman, diperlukan sebuah proses yang disebut nitrifikasi. Proses ini dilakukan oleh bakteri nitrifikasi seperti Nitrosomonas dan Nitrobacter.
Untuk berjalan optimal, bakteri nitrifikasi butuh karbon anorganik sebagai sumber energi. Alkalinitas dengan kadar yang optimal akan menyediakan karbon anorganik tersebut. Jika alkalinitas di bawah optimal, maka perombakan amonia bisa terhenti dan membuat lingkungan tambak semakin beracun.
Penutup
Keberadaannya alkalinitas dalam tambak harus terus diperhatikan dan dijaga untuk terus pada level optimal. Ketika alkalinitas optimal, maka pH air juga akan stabil, proses molting udang juga menjadi lancar dan lingkungan tambak akan terhindar dari kontaminasi amonia.
Baca Juga
