top of page

5 Hal Penting yang Harus Diketahui Tentang Alkalinitas Air Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 11 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Kualitas benur dan pakan yang diberikan selama budidaya udang memang sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilannya. Namun, kualitas air tetap berperan penting dalam menjaga udang tetap sehat. Salah satu penyusun kualitas air dalam tambak adalah alkalinitas.


 

Alkalinitas sendiri merupakan kemampuan air untuk menyeimbangkan pH, sehingga tambak tidak mudah mengalami fluktuasi secara ekstrem. Alkalinitas seringkali diabaikan, padahal justru ialah yang bisa menyelamatkan petambak dari kegagalan.

 

Untuk lebih memahami alkalinitas, petambak harus tahu 5 hal penting ini.

 

1. Alkalinitas Adalah "Penyangga" pH

Seperti yang telah disebutkan di atas, alkalinitas dalam lingkungan tambak berperan sebagai penyangga pH. Tanpa alkalinitas yang cukup, pH air bisa bergejolak tidak karuan, bisa meningkat di siang hari dan juga sangat rendah di malam hari. Fluktuasi pH dalam batas wajar memang sudah semestinya terjadi, namun ketika terjadi secara ekstrem tentu akan menyebabkan stres pada udang.

 

2. Berperan Langsung dalam Pembentukan Cangkang

Selama masa pertumbuhannya, udang akan mengalami pergantian cangkang yang disebut dengan molting. Cangkang yang berganti ini tujuannya adalah bentuk penyesuaian dari kondisi tubuhnya yang semakin membesar.

 

Untuk membentuk cangkang baru, udang butuh mineral yang cukup. Tambak dengan alkalinitas yang cukup akan menyediakan mineral tersebut. Ketika kadar alkalinitas terlalu rendah, udang akan mengalami kondisi soft shell di mana cangkang baru akan lembek, sulit mengeras sehingga membuatnya rentan mengalami kanibalisme.

 

3. Bahan Bakar bagi Bakteri Nitrifikasi

Penumpukan bahan organik di tambak seringkali memicu pembentukan amonia yang beracun. Lingkungan tambak secara otomatis memiliki sistem pengolahan amonia melalui proses nitrifikasi.

 

Proses ini akan mendaur amonia menjadi senyawa yang lebih sederhana dan tidak berbahaya untuk udang. Untuk berjalan dengan baik, bakteri yang bekerja perlu bahan bakar berupa ion karbon anorganik.

 

Alkalinitas yang stabil akan menghasilkan karbon anorganik untuk bakteri nitrifikasi bekerja, sehingga proses penguraian amonia dapat berjalan dengan baik.

 

4. Standar Ideal Berdasarkan Intensitas Budidaya

Kadar alkalinitas yang ideal umumnya berkisar di angka 100-150 ppm, namun angka tersebut juga bergantung dengan sistem budidaya yang dijalankan. Pada tambak tradisional dengan padat tebar rendah, alkalinitas yang dibutuhkan lebih rendah, yaitu 80-100 ppm, sedangkan untuk tambak super intensif, alkalinitas ideal haruslah di atas 150 ppm.

 

Pada intinya, alkalinitas tidak boleh di bawah 80 ppm agar udang bisa hidup dengan nyaman dan aman.

 

5. Air Hujan Adalah Musuh Alkalinitas

Air hujan adalah tantangan bagi petambak dengan kolam terbuka, karena air hujan mengandung pH yang cenderung asam dan tidak mengandung mineral karbonat. Ketika air hujan masuk dalam jumlah yang besar, maka alkalinitas yang sudah ada bisa mengalami pengenceran dan kadarnya akan menurun drastis.


Alkalinitas yang turun juga akan menurunkan pH, itulah alasan mengapa tambak seringkali mengalami pH anjlok setelah hujan deras.



Baca Juga

Komentar


bottom of page