Manfaat Pengapuran Dasar Tambak sebelum Penebaran Benur
- Redaktur: Audri Rianto
- 3 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Pengapuran adalah proses menebarkan kapur ke dalam tambak secara merata. Pengapuran tambak umumnya dilakukan dua kali, yaitu saat persiapan tambak dan yang kedua saat benur sudah ditebar. Pengapuran tidak bisa dianggap sepele, karena praktik ini memiliki peran yang sangat krusial dalam menciptakan lingkungan tambak yang produktif.

Sumber: kompas.com
Cara Pengapuran
Proses pengapuran dasar tambak dilakukan setelah tambak dikeringkan. Ketika tanah sudah kering, kapur bisa ditebarkan secara merata dan jenis kapur yang umum digunakan adalah kapur tohor dan kapur dolomit.
Setelah kapur ditebar merata, selanjutnya tanah dilakukan pembalikan agar kapur semakin meresap ke dalam tanah. Jumlah kapur yang digunakan harus tepat, agar manfaatnya bisa terasa maksimal. Dosis penebaran kapur yang efektif adalah 1.000 sampai 2.000 kg per hektare.
Lantas, apa saja manfaat dari penebaran kapur ini? Ini dia ulasan singkatnya.
Manfaat Pengapuran Dasar Tambak
1. Menstabilkan pH Tanah Tambak
Kapur merupakan zat yang kaya akan mineral, seperti kalsium dan magnesium. Kegunaan mineral-mineral ini ialah untuk meningkatkan alkalinitas dan menstabilkan pH. Tambak yang tidak dilakukan pengapuran di awal, biasanya akan memiliki air dengan kondisi asam atau pH rendah.
Kondisi tersebut tidak baik untuk udang, karena bisa menghambat pertumbuhannya dan meningkatkan risiko stres.
2. Menekan Mikroorganisme Patogen
Pengapuran menggunakan kapur tohor dapat menekan populasi patogen dengan maksimal. Hal ini bisa terjadi karena kapur tohor dapat menghasilkan panas tinggi ketika terkena air. Suhu tinggi inilah yang akan membunuh patogen di dasar tambak.
3. Mengikat Senyawa Beracun
Kemunculan amonia dalam tambak bisa terjadi ketika limbah organik menumpuk terlalu lama di dasar tambak. Limbah organik ini akan mengalami dekomposisi oleh bakteri nitrifikasi. Untuk bekerja dengan baik, bakteri nitrifikasi butuh ion karbon anorganik, dan itu bisa didapat dari pemberian kapur ke dalam tambak.
4. Meningkatkan Kesuburan Tanah Tambak
Mineral yang dihasilkan dari proses pengapuran juga akan menjadi unsur hara yang penting dalam pembentukan plankton alami. Plankton ini sangat dibutuhkan udang sebagai pakan alami, terutama saat fase awal pemeliharaan.
5. Memperbaiki Struktur Tanah Tambak
Tanah tambak terutama pasca pemanenan akan memiliki tekstur yang lebih keras dengan kandungan lumpur yang terlalu banyak. Pengapuran yang tepat dapat memperbaiki kondisi tersebut, membuat tanah lebih gembur serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme menguntungkan.
Penutup
Menebar kapur ke dasar tambak secara merata merupakan proses yang tidak bisa ditinggalkan, karena proses ini merupakan landasan awal untuk menciptakan tambak yang produktif.
Dengan dosis yang tepat, pengapuran akan membuat pH tanah kembali stabil, sehingga ketika tambak mulai diisi air dan dilakukan penebaran benur, pH air juga akan ikut stabil.
Baca Juga




Komentar