top of page

Karbon dioksida dan Risiko Kematian Udang pada Malam Hari

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 56 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Dalam budidaya udang, keberadaan oksigen terlarut seringkali mendapat perhatian khusus dari petambak, karena dengan oksigen yang cukup, maka udang bisa bernapas lega dan hidup dengan sehat.


 

Namun, hanya terlalu fokus pada kadar oksigen terlarut, petambak sering lupa dengan kehadiran karbon dioksida. Kadar Karbon dioksida dalam tambak juga harus diperhatikan, karena senyawa ini bisa menjadi sesuatu yang sangat mematikan.

 

Mengapa Karbon dioksida Meningkat di Malam Hari?

Lingkungan tambak termasuk salah satu yang sering mengalami siklus biologis, seperti fotosintesis dan respirasi. Kedua aktivitas tersebut sangat berkaitan dengan jumlah karbon dioksida dalam air.

 

Pada siang hari, fitoplankton dalam tambak akan melakukan fotosintesis. Selayaknya tumbuhan berklorofil, fitoplankton akan memanfaatkan karbon dioksida pada tambak sebagai bahan bakar untuk fotosintesis. Kondisi ini kemudian membuat kadar karbon dioksida menurun dengan cepat dan membuat pH air meningkat.

 

Pada malam hari, aktivitas yang terjadi adalah kebalikannya. Semua organisme yang ada di dalam tambak, termasuk udang, fitoplankton sampai bakteri pengurai akan melakukan respirasi secara bersamaan. Mereka bersama-sama menyerap oksigen yang ada di tambak dan melepaskan karbon dioksida. Kondisi ini kemudian membuat kadar karbon dioksida meningkat pesat.

 

Dampak Buruk Karbon dioksida yang Terlalu Tinggi

Kadar CO2 yang baik untuk udang tidak boleh lebih dari 10 ppm. Ketika lonjakan CO2 yang terjadi di malam hari melebihi angka tersebut, maka udang bisa stres berat dan metabolisme akan terganggu.

 

Hal yang paling pasti akan dirasakan udang adalah ia akan kesulitan bernapas karena kekurangan oksigen. Jika ini terus berlangsung dalam waktu yang lama tanpa adanya penanganan khusus, maka udang bisa mati secara perlahan.

 

Gejala Udang yang Terkena Stres CO2

Udang yang mengalami stres CO2 sebenarnya bisa ditandai dengan melihat perilakunya. Biasanya, udang akan berenang ke permukaan untuk mencari oksigen, pergerakannya juga akan melambat, tanda bahwa ia mulai lemas dan nafsu makannya menurun, terlihat saat pemberian pakan di pagi hari.

 

Strategi Pencegahan dan Penanganan

Untuk mengurangi risiko kematian akibat stres karbon dioksida di malam hari, maka petambak sebaiknya melakukan beberapa langkah di bawah ini.


  • Optimalkan Aerasi Malam Hari

Pastikan semua kincir dihidupkan, agar tetap bekerja semalaman. Aerasi maksimal akan membantu melepaskan kadar CO2 ke udara serta menyuplai oksigen untuk kebutuhan respirasi organisme tambak.


  • Manajemen Alkalinitas

Untuk mencegah penurunan pH yang ekstrem di malam hari, maka kadar alkalinitas harus dibuat tetap optimal di angka 100-150 ppm. Cara paling mudah ialah dengan melakukan pengapuran ketika kadar alkalinitas terindikasi mengalami penurunan.


  • Kontrol Kepadatan Plankton 

Jangan sampai populasi plankton dalam air terlalu mendominasi yang ditandai dengan pekatnya warna air tambak. Populasi plankton yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan ledakan produksi CO2 di malam hari. Cara mengontrolnya ialah dengan rutin mengganti air atau mengaplikasikan probiotik secara berkala.



Baca Juga

Komentar


bottom of page