Penggunaan Kapur Dolomit dalam Budidaya Udang Vaname
- Redaktur: Audri Rianto
- 4 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Pengapuran dalam budidaya udang merupakan praktik wajib yang tidak bisa ditinggalkan. Pengapuran sendiri dilakukan dalam dua fase, pertama pada fase persiapan lahan tambak dan kedua pada fase pemeliharaan.

Sumber: epicgardening.com
Fungsi dari pengapuran ini adalah untuk memperbaiki kondisi tanah tambak setelah sebelumnya terdegradasi akibat proses budidaya, sekaligus menjaga kestabilan kualitas air. Pengapuran sendiri umumnya menggunakan kapur dolomit yang diketahui mengandung mineral yang baik untuk udang.
Apa Itu Kapur Dolomit?
Kapur dolomit merupakan salah satu jenis kapur yang mengandung mineral kalsium dan magnesium. Kedua mineral ini sangat dibutuhkan, baik oleh lingkungan tambak maupun udang itu sendiri. Pada lingkungan, mineral tersebut akan bertindak sebagai menyeimbang pH, alkalinitas dan tingkat kesadahan air.
Sementara bagi udang, mineral tersebut sangat dibutuhkan dalam proses molting, terutama saat memasuki fase pembentukan dan pengerasan cangkang baru.
Manfaat Kapur Dolomit dalam Budidaya Udang Vaname
Secara umum, kapur dolomit memang bermanfaat dalam menjaga kadar pH air tambak, namun ada beberapa manfaat lainnya yang harus petambak ketahui.
1. Menstabilkan pH Tanah dan Air Tambak
Untuk hidup dengan normal dan produktif, udang vaname membutuhkan air dengan pH netral, yaitu 7,5 – 8,5. Ketika tambak akan digunakan untuk siklus budidaya berikutnya, tanah dasar sering kali mengalami penurunan pH atau bersifat asam akibat penumpukan bahan organik. Untuk menetralkannya, kapur dolomit harus ditebar dengan dosis yang tepat.
Tidak hanya pada tahap persiapan tambak saja, pH juga sering berfluktuasi ketika proses budidaya sudah berlangsung. Seringnya pH air akan mengalami penurunan yang diakibatkan oleh beberapa hal.
Ketika penurunan pH lebih dari 1 unit, artinya tambak dalam keadaan darurat. Untuk menaikkan dan menstabilkan pH yang turun terlalu drastis, kapur dolomit juga harus ditebarkan dengan dosis yang tepat.
2. Meningkatkan Alkalinitas dan Kesadahan Air
Kalsium dan magnesium yang ada dalam kapur dolomit sangat baik untuk meningkatkan alkalinitas dan kesadahan air. Kedua parameter ini memang harus seimbang setiap saat demi menjaga kestabilan pH serta membantu udang tumbuh optimal.
3. Mendukung Proses Molting Udang Vaname
Pengapuran akan menjamin mineral kalsium dalam tambak terpenuhi. Apalagi udang sangat membutuhkan mineral ini untuk melakukan molting. Saat cangkang lama lepas dan cangkang baru tumbuh, udang butuh mineral yang cukup agar cangkang barunya tumbuh dengan sempurna dan keras. Ketika asupan mineral kurang, maka molting akan terhambat dan udang berisiko mengalami soft shell syndrome.
4. Meningkatkan Kesuburan Tambak
Pengapuran yang dilakukan pada saat persiapan tambak akan membantu memperbaiki struktur tanah dasar serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme menguntungkan. Kondisi ini nantinya akan membuat plankton tumbuh alami, terutama di awal proses pemeliharaan.
5. Menekan Senyawa Beracun di Tambak
pH dan alkalinitas yang stabil akan menghindarkan tambak dari paparan amonia dan hidrogen sulfida yang berbahaya. Dengan melakukan pengapuran secara tetap sasaran, kedua senyawa tidak akan muncul pada tambak, udang pun akan jauh lebih sehat.
Waktu Pengapuran yang Tepat
Penebaran kapur dalam tambak sangat efektif dilakukan di dua waktu, yaitu pada persiapan lahan dan pada masa pemeliharaan. Saat persiapan tambak, dolomit di tebar ke tanah dasar tambak yang sudah dikeringkan. Setelah merata, tanah dilakukan pembalikan agar kapur bisa mencapai tanah yang lebih dalam.
Pengapuran saat masa pemeliharaan, dilakukan di awal pemeliharaan atau di saat-saat tertentu yang memicu penurunan pH, seperti setelah hujan atau di pagi hari setelah tambak melewati proses respirasi plankton. Namun, ketika penurunan pH dalam masih dalam batas wajar (tidak lebih dari 1), maka pengapuran tidak harus dilakukan.
Baca Juga




Komentar