top of page

Cegah Fluktuasi pH Tambak dengan Menjaga Kestabilan Alkalinitas

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 3 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Fluktuasi pH dalam budidaya udang merupakan hal yang lumrah terjadi. Fluktuasi pH bisa terjadi pada beberapa kondisi, seperti setelah hujan, dan saat plankton berfotosintesis serta berespirasi. Kenaikan dan penurunan pH idealnya tidak lebih dari 0,5 – 1, jika lebih dari itu maka udang bisa mengalami stres akut.


 

Untuk menjaga agar pH tidak berfluktuasi terlalu jauh, dibutuhkan kadar alkalinitas yang ideal. Tambak udang memerlukan alkalinitas sebanyak 100-150 ppm.

 

Hubungan pH dan Alkalinitas di Tambak

pH merupakan nilai yang menunjukkan tingkat keasaman dan kebasaan air, sedangkan alkalinitas adalah kemampuan air untuk menahan perubahan pH. Pada intinya, alkalinitas akan menjadi garda terdepan dalam menjaga pH untuk terus stabil, meski air mengalami penambahan asam atau basa.

 

Ketika alkalinitas rendah, maka pH akan mudah mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan, terutama di pagi dan sore hari. Fluktuasi pH ini dipengaruhi aktivitas fitoplankton dalam air, pemberian pakan dan dekomposisi bahan organik di dasar tambak.

 

Dengan kadar alkalinitas yang stabil di angka 100-150 ppm, ketiga faktor tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar pH.

 

Dampak Fluktuasi pH terhadap Organisme Budidaya

Ketika pH menurun atau meningkat terlalu tinggi, keduanya sama-sama membahayakan udang. pH yang rendah bisa merusak insang udang, membuatnya lemah dan gampang terinfeksi penyakit. Hidrogen sulfida juga akan terbentuk pada tambak ber-pH rendah yang sifatnya sangat beracun bagi udang.

 

Ketika tambak mengalami kenaikan pH, tingkat bahayanya juga sama saat pH air tambak terlalu rendah. pH yang tinggi akan meningkatkan toksisitas amonia dalam air. Amonia termasuk gas berbahaya bagi udang, karena dapat membuatnya stres, nafsu makan menurun, kematian massal hingga gagal panen.

 

Fungsi Lain Alkalinitas Tambak

Selain menjadi penyangga bagi pH agar tidak mudah berfluktuasi, alkalinitas yang ideal dan stabil juga memiliki fungsi lain dalam lingkungan tambak udang. Membantu pengerasan cangkang baru pada udang yang mengalami molting juga menjadi salah satu fungsi utama alkalinitas.

 

Pembentukan cangkang perlu bantuan mineral karbonat dan ketersediaannya hanya akan cukup pada air dengan alkalinitas yang ideal.

 

Alkalinitas yang stabil dan ideal juga akan membantu bakteri nitrifikasi bekerja optimal. Bakteri tersebut butuh bahan bakar berupa ion karbon anorganik yang hanya tersedia dengan kadar yang cukup ketika alkalinitas berada di level optimal.

 

Cara Menjaga Kestabilan Alkalinitas Tambak

Untuk menjaga kestabilan alkalinitas tambak, perlu dilakukan pengapuran rutin. Kapur yang digunakan biasanya kapur pertanian atau kapur dolomit, yang mana keduanya sama-sama mengandung mineral penting.

 

Manajemen pakan yang tepat serta pengendalian bahan organik juga sangat mempengaruhi kadar alkalinitas. Semakin terkontrol pakan yang diberikan, maka penumpukan bahan organik juga akan semakin sedikit, membuat dekomposisi berjalan lebih stabil dan konsumsi ion karbon oleh bakteri nitrifikasi lebih efisien.



Baca Juga

Komentar


bottom of page