top of page

Strategi Jitu Menurunkan Amonia dalam Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 7 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Amonia menjadi salah satu penghambat bagi tambak untuk terus produktif. Gas beracun ini sangat berbahaya, karena bisa membuat udang stres hingga mati massal. Tidak hanya udang, petambak juga bisa stres ketika amonia meningkat, karena ujung-ujungnya pasti akan merugi.


 

Banyak faktor yang membuat amonia muncul pada tambak, mulai dari sisa pakan, kotoran udang hingga pembusukan jasad organisme. Semua faktor ini nantinya akan menumpuk di dasar tambak dan mengalami dekomposisi secara anaerob.

 

Untuk selamat dari ancaman amonia, petambak harus memahami strategi yang tepat untuk menurunkan kadar amonia. Artikel ini akan membahas beberapa cara yang bisa dicoba petambak untuk menurunkan amonia pada tambak.

 

Penyebab Tingginya Amonia di Tambak Udang

Sisa pakan, kotoran udang dan jasad organisme aquatik menjadi satu di dasar tambak, kemudian sedimen ini diurai oleh bakteri secara anaerob. Hasil akhir dari penguraian ini adalah amonia yang beracun.

 

Selain itu, ada faktor lain yang juga mempengaruhi kadar amonia, seperti pH, suhu, dan kadar oksigen terlarut. Ketika pH dan suhu air meningkat disertai dengan menurunnya oksigen terlarut dalam air, maka amonia akan menjadi semakin beracun.

 

Cara Efektif Menurunkan Amonia Tambak Udang

1. Mengatur Pemberian Pakan

Untuk menjaga kadar amonia tetap nol, hal pertama yang harus diperbaiki petambak adalah cara pemberian pakannya.

 

Sering kali petambak memberi pakan udang tidak memperhatikan kebutuhannya, alhasil banyak pakan terbuang. Perbaiki cara pemberian pakan dengan memperhatikan kebutuhan udang, usia dan jumlah biomassa.

 

Pakan yang digunakan juga harus yang berkualitas baik, agar pakan mudah diserap tubuh udang dan tidak menghasilkan limbah nitrogen.

 

2. Melakukan Pergantian Air Secara Berkala

Cara efektif lainnya ialah mengganti air tambak dengan rutin. Peremajaan air ini bisa mengurangi kadar amonia dengan efektif, namun harus dilakukan secara bertahan agar udang tidak stres akibat perubahan kondisi lingkungan yang tiba-tiba.

 

3. Menggunakan Probiotik dan Bakteri Nitrifikasi

Upaya menurunkan amonia dalam tambak akan lebih efektif dengan bantuan probiotik dan bakteri nitrifikasi. Probiotik dapat menciptakan lingkungan yang sehat, membantu limbah organik terurai lebih cepat, jadi tidak sempat mengalami dekomposisi secara anaerob di dasar tambak.

 

Sementara itu, bakteri nitrifikasi dapat mengubah amonia yang sudah terlanjur terbentuk dalam tambak menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat, sehingga tidak membahayakan udang.

 

4. Meningkatkan Aerasi Tambak

Menjaga oksigen terlarut dalam tambak tetap tersedia sangat penting dilakukan. Tujuannya ialah untuk membantu proses penguraian limbah organik lebih maksimal. Aerasi yang bekerja optimal akan mendistribusikan oksigen hingga ke dasar tambak, sehingga penguraian secara anaerob bisa diminimalisir dan pembentukan amonia dapat dikurangi.

 

5. Menjaga Stabilitas pH dan Suhu

pH dan suhu air sangat mempengaruhi toksisitas amonia, jadi keduanya harus dijaga untuk terus dalam keadaan stabil. Pemantauan kualitas air, terutama kedua parameter ini harus dilakukan secara rutin untuk memastikan lingkungan tambak tetap dalam kondisi optimal untuk perkembangan udang.

 

6. Membersihkan Dasar Tambak Secara Rutin

Membersihkan dasar tambak bertujuan untuk mengurangi endapan lumpur, karena endapan lumpur ini adalah sumber utama amonia. Untuk membersihkannya bisa dilakukan dengan melakukan penyiphonan secara berkala.



Baca Juga

bottom of page