Kapan Waktu Terbaik Mengganti Lampu UV Tambak? Ini Penjelasannya
- Redaktur: Audri Rianto
- 20 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Sterilisasi air tambak penting dilakukan demi mencegah ancaman mematikan dari bakteri Vibrio atau White Spot Syndrome Virus (WSSV). Saat ini mulai popular sterilisasi air tambak menggunakan teknologi sinar UV.

Sumber: fistx.co.id
Sinar UV dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu kimia, selain itu penggunaannya juga dirasa lebih praktis dan hemat waktu dibandingkan dengan kaporit.
Hal perlu diketahui petambak adalah lampu UV punya umur pakai yang dapat mempengaruhi kinerjanya, artinya lampu UV sewaktu-waktu butuh diganti dengan yang baru.
Petambak mengira, jika lampu masih menyala biru maka lampu masih bisa digunakan, padahal warna lampu biru saat lampu menyala bukanlah jaminan radiasinya masih optimal.
Lalu, kapan waktu terbaik mengganti lampu UV tambak agar biosekuriti tetap terjaga? Berikut panduan lengkapnya.
Memahami Masa Pakai Efektif Lampu UV
Dalam industri akuakultur, lampu UV yang digunakan umumnya adalah jenis Low Pressure
Lampu UV yang digunakan dalam akuakultur umumnya adalah jenis Low Pressure dengan panjang gelombang 254 nanometer. Semakin sering digunakan, gas merkuri lampu dan lapisan kaca kuarsanya bisa mengalami degradasi.
Rata-rata lampu UV dengan kualitas bagus bisa hidup secara kontinu selama 9.000 atau sekitar 12 bulan, dan lampu UV teknologi terbaru dilaporkan bisa bekerja sampai 16.000 jam atau hampir dua tahun.
Jangan Tunggu Lampu Putus
Jangan menunggu lampu putus atau mati total baru diganti dengan yang baru, karena setelah melewati ambang batas jam operasional, lampu UV bisa menurun kinerjanya 30-40%.
Sebagai contoh, ketika awal memasang lampu UV Anda sudah mengatur dosisnya sebesar 30 mJ/cm2, namun seiring berjalannya waktu lampu akan menurun kinerjanya, membuat dosis yang dipancarkan bisa menurun jadi 18 mJ/cm2 meskipun lampu masih menyala biru terang.
3 Tanda Utama Lampu UV Harus Segera Diganti
Melewati Batas Jam Operasional
Untuk mengetahui waktu pasti penggunaan lampu UV, sebaiknya catat waktu pemasangan agar Anda lebih mudah memantaunya. Jika memungkinkan gunakan panel kontrol otomatis yang bisa menghitung jam kerja dari lampu UV.
Jika lampu UV sudah bekerja selama 1 tahun non stop, sebaiknya lakukan pergantian supaya radiasi yang dipancarkan tetap stabil di dosis yang telah ditentukan di awal pemasangan.
Penurunan Nilai Intensitas pada Sensor
Saat ini, sistem UV modern sudah dilengkapi sensor yang dapat menghitung intensitas UV. Jika sensor menunjukkan adanya penurunan intensitas di bawah 70%, itu tanda bahwa lampu harus diganti dengan yang baru karena filamen sudah melemah.
Perubahan Warna pada Ujung Lampu
Perhatikan lampu, terutama pada bagian ujungnya dekat pin atau konektor. Jika sudah mulai berubah warna menjadi kecoklatan atau hitam pekat, maka itu tanda bahwa elektroda lampu sudah hampir habis. Biasanya, jika lampu sudah seperti itu akan sering berkedip, sebaiknya segera diganti dengan yang baru.
Baca Juga
