Panen Dini atau Bertahan? Dilema Petambak Saat Menghadapi WMS
- Redaktur: Audri Rianto
- 30 Mar
- 2 menit membaca
Infeksi White Muscle Syndrome (WMS) pada udang sering sekali meninggalkan dilema pada petambak. Kebingungan yang dihadapi petambak berkaitan dengan apakah udang harus dipanen dini atau bertahan hingga target size tercapai?

Sumber: globalseafood.org
Keputusan untuk melakukan panen dini memang tidak salah, mengingat penyakit WMS ini cukup dapat membuat kualitas panen menurun apabila dipaksakan untuk sampai pada target size tertentu.
Namun, di beberapa keadaan mempertahankan udang juga bisa dilakukan selama memenuhi beberapa syarat. Berikut ini analisis mendalam yang bisa Anda perhatikan untuk mengambil Keputusan.
Kapan Harus Melakukan Panen Dini?
Emergency harvest atau panen dini sering kali menjadi opsi terbaik ketika lingkungan tambak menunjukkan tanda-tanda penurunan secara masif.
Beberapa ciri yang dimaksud meliputi, kematian udang yang semakin meningkat selama tiga hari berturut-turut, lebih dari 30% populasi udang menunjukkan gejala WMS, kualitas air semakin memburuk termasuk disertai kemunculan H2S, dan yang terakhir biaya pakan harian yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pertambahan berat badan udang.
Kapan Anda Memilih untuk Bertahan?
Memilih untuk mempertahankan udang hingga target size tertentu akan terdengar masuk akal jika gejala WMS masih terlihat ringan.
Beberapa ciri yang bisa dijadikan pertimbangan, seperti kematian sangat rendah serta tidak menunjukkan kenaikan yang drastis, udang masih aktif makan bahkan ususnya masih terlihat penuh, dan gejala hanya ditemukan pada udang yang berada dekat titik mati.
3. Langkah Penyelamatan Jika Memilih Bertahan
Jika Anda memilih untuk bertahan dan lanjut hingga mencapai target, maka lakukan langkah-langkah perawatan berikut agar infeksi tidak semakin menyebar.
Perbaikan Dasar Kolam: Pembuangan lumpur dan limbah dari dasar tambak harus ditingkatkan, supaya tambak tetap bersih dan tidak ada lagi tempat bagi bakteri patogen berkembang biak.
Booster Mineral: Pemberian mineral harus ditingkatkan untuk membantu udang melakukan recovery dan mempermudah proses molting.
Aplikasi Probiotik dosis Tinggi: Untuk menekan populasi bakteri penyebab WMS, sebaiknya masukkan bakteri baik seperti Bacillus ke dalam tambak dengan dosis yang disesuaikan.
Puasa atau Pengurangan Pakan: Jika kandungan bahan organik dasar tambak sudah terlalu tinggi, sebaiknya kurangi jatah pakan sekitar 20-30% untuk sementara waktu hingga kondisi stabil.
4. Pertimbangan Ekonomi
Anda bisa saja memilih untuk bertahan, namun sebelum memutuskan sebaiknya lakukan perhitungan nilai ekonomisnya. Fase krisis udang yang terkenal WMS adalah DoC 50-70, dan pada usia segitu udang sudah memiliki nilai jual, meskipun belum mencapai size premium.
Jika dilanjutkan, ada risiko kematian massal yang mengintai. Jadi, daripada kehilangan seluruh modal yang sudah dikeluarkan, lebih baik lakukan panen walaupun keuntungan yang di dapat sangat tipis atau bahkan hanya balik modal.
Penutup
WMS dapat merusak jaringan otot udang, membuatnya sulit besar yang artinya akan sangat percuma jika memilih bertahan, karena hanya akan membuat biaya operasional semakin membengkak.
Namun, penanganan dasar tambak yang tepat serta pemberian mineral yang cukup di fase awal infeksi, ada kemungkinan petambak berhasil melewati masa krisis dan mencapai panen yang diinginkan.
Baca Juga




Komentar