Mengapa Penangkapan Ikan Tuna Bersifat Musiman?
- Redaktur: Audri Rianto
- 50 menit yang lalu
- 2 menit membaca
Ikan tuna adalah salah satu produk perikanan dengan nilai jual tinggi dan permintaan di pasar internasional yang besar. Indonesia termasuk negara yang cukup rutin mengekspor tuna ke beberapa negara.

Sumber: kompas.com
Alasan kenapa harga jualnya bisa tinggi, karena ikan ini tidak mudah didapat seperti ikan-ikan lain. Bagi nelayan, menangkap tuna tidak bisa sekadar menurunkan jaring atau kail ke dalam laut. Kegiatan menangkap tuna tidak bisa dilakukan rutin, karena pola hidup tuna yang kompleks membuat ikan ini dapat ditangkap secara musiman.
Artikel ini akan membahas mengenai beberapa faktor yang membuat penangkapan tuna hanya bisa dilakukan secara musiman.
Pola Migrasi Global
Faktor paling utama kenapa menangkap tuna itu sifatnya musiman ialah sifat biologis mereka yang merupakan perenang lintas samudra. Tuna tidak mau menetap di satu tempat. Mereka suka migrasi melintasi samudra dan batas negara untuk dua tujuan, yaitu mencari makan dan bertelur.
Seperti yang sering terjadi di Indonesia, tuna sirip kuning dan cakalang bergerak mengikuti arus dinamis, artinya populasi tuna di wilayah perairan tertentu akan melimpah di bulan-bulan spesifik dalam satu tahun atau yang disebut dengan “musim tuna”.
Suhu Air Laut dan Perubahan Musim
Ikan tuna termasuk sensitif terhadap perubahan suhu permukaan laut. Mereka lebih suka air hangat yang suhunya stabil. Perubahan musim, seperti peralihan angin monsun atau pergantian musim panas di bagian bumi lain, mengakibatkan pergeseran massa air hangat.
Saat suatu wilayah mengalami penurunan suhu, maka tuna akan bergerak mencari air yang lebih hangat dan kaya nutrisi.
Mengikuti Sumber Makanan (Upwelling)
Pada intinya, tuna akan mencari perairan yang melimpah sumber pangannya. Seperti perairan yang mengalami upwelling, ketika air dasar laut yang penuh nutrisi naik ke permukaan. Proses ini membuat air laut kaya fitoplankton yang menjadi sumber makanan ikan-ikan kecil.
Saat ikan-ikan kecil ini berkumpul, maka akan memancing tuna untuk datang karena tuna sendiri adalah predator bagi ikan-ikan kecil. Upwelling juga termasuk fenomena musiman, jadi kawanan tuna akan datang juga mengikuti musim upwelling terjadi.
Regulasi untuk Keberlanjutan Hayati
Selain faktor alam, sifat musiman tuna juga dipengaruhi oleh perilaku manusia untuk menjaga kelestarian ekosistem laut. Untuk mencegah overfishing, otoritas perikanan akan menetapkan masa larangan menangkap ikan tuna di bulan-bulan tertentu.
Kebijakan seperti ini sangat bagus, karena memberi waktu bagi populasi tuna untuk beregenerasi. Apalagi saat ini diberlakukan pembatasan kuota tangkap yang secara legal memaksa penangkapan ikan dilakukan secara musiman, supaya stok tuna di lautan tetap stabil.
Kesimpulan
Sifat musiman dalam menangkap tuna bisa dibilang tidak 100% dilakukan oleh alam, tapi juga ada upaya manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Bagi nelayan, memahami siklus musiman ini akan membantu mereka meningkatkan efisiensi tangkapan sekaligus mentaati peraturan yang diberlakukan oleh otoritas perikanan nasional.
Baca Juga




Komentar