Peran Ikan Tuna dalam Ekosistem Laut dan Rantai Makanan
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Jika kita berbicara mengenai ikan dengan nilai ekonomi tinggi, maka tuna termasuk salah satunya. Selain berharga, ikan tuna juga punya peran penting dalam ekosistem laut. Berperan sebagai predator utama, tuna membantu mengatur populasi berbagai organisme di lautan.

Sumber: biodb.com
Karena termasuk predator, maka keberadaannya di rantai utama memberi pengaruh besar terhadap kesehatan dan kestabilan ekosistem perairan.
Mengenal Ikan Tuna
Ikan tuna masuk dalam keluarga Scombridae, populasinya tersebar di seluruh lautan di dunia, termasuk di Indonesia. Ikan tuna yang paling populer dan menjadi primadona di dunia perikanan adalah tuna sirip kuning (yellowfin tuna), tuna mata besar (bigeye tuna), dan tuna sirip biru (bluefin tuna).
Tuna punya kemampuan berenang yang cepat, sehingga ia bisa melakukan migrasi dengan jarak yang jauh hanya untuk mencari makan dan berkembang biak.
Peran Ikan Tuna dalam Ekosistem Laut
Peran tuna di lautan adalah sebagai predator tengah hingga puncak. Ia akan memangsa organisme laut yang ukurannya lebih kecil, semacam ikan kecil, cumi, krustasea dan organisme lainnya.
Adanya tuna sebagai predator ini sangat membantu dalam menjaga keseimbangan populasi mangsanya, sehingga tidak terjadi ledakan populasi yang dapat memicu ketidakstabilan ekosistem.
Contoh, ketika ikan kecil meningkat jumlahnya diakibatkan berkurangnya predator seperti tuna, maka ketersediaan plankton di laut akan menipis, akibatnya sumber makanan alami di laut akan semakin berkurang. Akibatnya, rantai makan akan mengalami masalah dari tingkat bawah hingga atas.
Dengan kata lain, keberaan tuna dalam rantai makanan berkontribusi dalam keberlangsungan kehidupan berbagai organisme laut lainnya.
Dampak Penurunan Populasi Tuna
Overfishing atau menangkap ikan secara berlebihan menjadi ancaman terbesar bagi populasi tuna di dunia, karena efeknya bisa membuat jumlah tuna terus menurun. Penurunan populasi tuna secara masif tentu dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan.
Populasi mangsa bisa semakin tidak terkendali jika tuna punah, untuk itu sudah sepantasnya praktik overfishing dihentikan. Penangkapan tuna harus diatur secara ketat melalui regulasi oleh otoritas yang bersangkutan.
Penurunan populasi tuna tidak hanya disebabkan oleh overfishing, perubahan iklim, pencemaran laut, dan kerusakan habitat juga memberikan tekanan yang sama. Semua ini bisa dicegah dengan pengelolaan perikanan yang tepat, lakukan praktik penangkapan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan agar populasi tuna di lautan tetap terjaga.
Kesimpulan
Kita hanya tahu bahwa tuna adalah salah satu komoditas perikanan yang bernilai tinggi, padahal dalam ekosistem laut, perannya lebih dari itu. Tuna yang merupakan salah satu predator utama membantu mengontrol populasi berbagai organisme di laut, terutama yang menjadi mangsanya.
Keberadaannya di laut mendukung aliran energi di rantai makanan, membaut lingkungan laut tetap sehat. Untuk itu, populasi tuna di dunia harus terus dijaga dengan cara melakukan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, seperti tidak melakukan praktik overfishing hanya untuk mengejar keuntungan sesaat.
Baca Juga




Komentar