top of page

Godzilla El Nino Mengguncang Indonesia, Nelayan Terancam, Ekosistem Terpuruk

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 5 Apr
  • 2 menit membaca

Cuaca akhir-akhir ini terasa sangat panas dan kering. Banyak orang mengira ini hanyalah musim kemarau biasa yang tak lama akan berakhir. Namun, fakta berkata lain. Peningkatan suhu ekstrem ini sangat berbeda dengan kemarau biasa, ini merupakan fenomena alam yang disebut Godzilla El Nino.


 

Bukan cuma pola cuaca dan suhu saja yang berubah, Godzilla El Nino juga mengubah pola iklim global secara ekstrem. Kabar buruknya adalah pusat dari fenomena ini terletak di Samudera Pasifik yang mana termasuk ke dalam wilayah lautan Indonesia.

 

Karena peningkatan suhu ini terjadi di lautan Indonesia, tentu dampak yang ditimbulkan tidak hanya sebatas udara yang terasa lebih panas saja. Efek yang ditimbulkan jauh lebih buruk, khususnya di sektor ekonomi dan ekologi.

 

Dampak Ekologis

Suhu permukaan laut yang meningkat tentu membuat ekosistem laut tidak stabil. Kondisi ini memicu migrasi massal ikan-ikan yang ada di sana, mencari daerah dengan suhu air yang lebih dingin. Apa dampak yang akan dirasakan nelayan? Tentu stok ikan tangkap di perairan menjadi berkurang drastis.

 

Nelayan yang biasanya mencari ikan di daerah dekat pesisir kini harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan. Keadaan ini sangat merugikan nelayan kecil yang hanya memiliki perahu dengan kapasitas terbatas.

 

Satu lagi efek fatal dari peningkatan suhu air laut ialah rusaknya terumbu karang. Kita tahu bahwa terumbu karang adalah habitat alami bagi biota laut, termasuk ikan tangkap yang biasa diburu nelayan. Jika habitatnya rusak, populasi ikan akan mengalami penurunan dalam jangka panjang.

 

Dampak Ekonomi

Ketika populasi ikan menurun drastis maka otomatis hasil tangkapan nelayan juga berkurang dan ini tentu berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

 

Penghasilan nelayan akan menurun, sementara biaya untuk melaut menjadi lebih besar, karena butuh lebih banyak bahan bakar untuk melaut lebih jauh. Situasi seperti ini tentu akan memberikan tekanan lebih besar terhadap ekonomi di wilayah pesisir.

 

Masyarakat Pesisir Belum Terima Informasi Terkait Godzilla El Nino

Gembar-gembor masalah Godzilla El Nino ini ternyata belum sepenuhnya sampai kepada masyarakat. Tidak ada informasi apapun dari pemerintah, termasuk paduan serta cara penanganan yang tepat.

 

Asmania, selaku masyarakat pesisir sekaligus nelayan dari Pulau Pari mengaku kecewa dengan respon lambat dari pemerintah. Padahal, pada situasi seperti ini mitigasi sangat penting untuk meminimalkan risiko.

 

Tanpa persiapan yang matang, nelayan tradisional tentu akan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim ini.

 

Tuntutan Masyarakat Terhadap Pemerintah

Susan Herawati, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) kembali mengingatkan pemerintah bahwa fenomena Godzilla El Nino ini bukan hanya sekedar perubahan iklim biasa, tapi pertaruhan nyawa secara nyata.

 

Kiara meminta pemerintah untuk segera menyusun road map yang jelas sebagai pelindung bagi nelayan terhadap dampak krisis iklim tersebut.


Kiara juga meminta pemerintah untuk melakukan sosialisasi terkait Godzilla El Nino ini secara langsung kepada masyarakat, tidak hanya mengandalkan media online saja, karena di lapangan tidak semua nelayan memiliki perangkat elektronik yang memadai untuk mengakses informasi secara online.



Baca Juga

Komentar


bottom of page