top of page

Fluktuasi pH Air Tambak di Siang dan Malam Hari. Apa Penyebabnya?

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 1 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Siapa pun yang membudidayakan udang ataupun ikan, sudah pasti paham pentingnya menjaga kualitas air. Air dengan kondisi yang baik akan meningkatkan keberhasilan panen.


Sumber: gobaza.sg

 

Kualitas air sendiri tersusun dari banyak parameter, dan masing-masing parameter tidak akan terus konsisten nilainya, kadang bisa naik kadang bisa turun. Salah satu parameter yang sering berfluktuasi, terutama pada siang dan malam hari adalah pH.

 

Pada tambak udang, fluktuasi pH dalam batas wajar memang sering terjadi, artinya ada proses kimiawi dan biologis yang terjadi di sana. Namun, mengapa seringnya hanya terjadi di siang dan malam hari saja? Berikut ini jawabannya.

 

Mengapa pH Air Berubah-ubah?

pH merupakan nilai dari tingkat keasaman dan kebasaan air dengan skala 0 -14, dan 7 merupakan nilai netral. Pada budidaya udang, pH yang ideal untuk udang hidup dan tumbuh adalah 7,5 sampai 8,5. Sayangnya, nilai ini tidak pernah tetap, artinya sering ada perubahan-perubahan yang terjadi dalam 24 jam.

 

Perubahan ini sebenarnya berkaitan erat dengan siklus karbon dioksida dalam tambak. Siklus karbon dioksida yang terjadi ini didominasi oleh aktivitas makhluk hidup di dalam air, terutama fitoplankton.

 

pH Cenderung Naik di Siang Hari

pH tambak di siang hari sering mengalami kenaikan, karena pada siang hari tanaman air dan fitoplankton melakukan fotosintesis. Makhluk-makhluk tersebut akan menyerap karbon dioksida dari air dan melepaskan oksigen.

 

Berkurangnya kadar karbon dioksida secara drastis pada air tambak membuat air menjadi lebih basa, dengan nilai pH yang meningkat. Puncak kenaikan pH biasanya terjadi di sore hari, ketika matahari terbenam.

 

pH Cenderung Turun di Malam Hari

Ketika menjelang malam, proses fotosintesis akan berhenti dan berganti ke proses respirasi. Semua makhluk yang ada dalam tambak, mulai dari udang, tanaman air dan fitoplankton akan mengonsumsi oksigen secara bersamaan dan melepaskan karbon dioksida ke dalam air.

 

Proses ini kemudian membuat kadar karbon dioksida meningkat pesat, membuat pH air menjadi turun dan puncak terendahnya berada pada waktu subuh.

 

Bahaya Fluktuasi pH yang Terlalu Lebar

Naik turunnya pH pada air tambak sebenarnya normal, selama selisihnya tidak lebih dari 0,5 sampai 1. Jika fluktuasi terjadi dengan ekstrem, maka bisa menimbulkan dampak negatif bagi udang, seperti stres osmotik, meningkatnya kadar amonia dan plankton crash (mati massal).

 

Cara Menjaga Stabilitas pH Tambak

Untuk menjaga fluktuasi tetap normal dan pH tetap stabil, petambak bisa menjaga kadar alkalinitas tetap ideal di angka 100-150 ppm. Alkalinitas yang ideal membantu menahan penurunan atau kenaikan pH yang tidak normal, sehingga pH tetap dalam keadaan netral. Cara menjaga alkalinitas tetap stabil, petambak bisa melakukan pengapuran menggunakan dolomit.

 

Selain itu, mengontrol populasi plankton dalam tambak juga perlu dilakukan. Jangan biarkan air tambak berwarna hijau pekat, karena itu tanda populasi plankton berlebih. Jumlah plankton yang terlalu banyak dapat membuat kadar CO2 dalam air menurun terlalu jauh saat siang hari dan membuat pH naik terlalu tinggi.

 

Pastikan juga bahwa aerasi cukup dan berjalan dengan baik, karena aerasi yang memadai akan membantu melepaskan kelebihan CO2 ke udara saat malam hari, sehingga penurunan pH tetap dalam batas normal.



Baca Juga

Komentar


bottom of page