• Audri Rianto

Dua Parasit Penyebab Penyakit Ikan Bandeng

Ikan bandeng merupakan jenis ikan yang hidup pada air bersalinitas. Layaknya udang, ikan bandeng juga dibudidayakan pada kolam tambak dengan tingkat salinitas yang stabil. Ikan bandeng dinilai menjadi alternatif dari udang yang menguntungkan, maka tak heran jika banyak orang memilih untuk membudidayakan bandeng.


Sumber: harianmerapi.com

Sama halnya dengan budidaya udang, pada budidaya bandeng juga tidak terlepas dari serangan penyakit. Kemunculan penyakit pada budidaya bandeng ini kerap kali diakibatkan dari lingkungan budidaya yang tidak terkendali. Kondisi yang tidak stabil ini merangsang banyak parasit untuk datang dan menyerang.

Pada budidaya bandeng, terdapat dua parasit yang dikenal paling sering dalam menimbulkan penyakit. Kedua parasit tersebut adalah Trichodina SP dan Lernea SP.

1. Trichodina SP

Parasit ini dinilai cukup umum kehadirannya di setiap perairan. Parasit ini biasanya akan menyerang ikan yang sebelumnya sudah mengalami gangguan, baik dari parasit lain maupun gangguan dari lingkungannya seperti luka, stres dan lain sebagainya. Jadi bisa dikatakan jika penyakit yang diakibatkan oleh parasit ini merupakan infeksi sekunder.


Trichodina SP biasanya menyerang udang pada kolam dengan kepadatan tinggi yang biasanya akan menyebabkan pertabrakan antar ikan lebih sering terjadi. Ciri ikan bandeng yang terinfeksi oleh parasit ini adalah

  • Terdapat bintik putih keabuan pada bagian kepala dan punggung.

  • Nafsu makan bandeng akan menurun bahkan hilang sehingga membuatnya kurus dan lemah.

  • Produksi lendir akan meningkat sehingga membuat bandeng terlihat lebih mengkilat dari biasanya.

2. Lernea SP

Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini disebut dengan lerneasis yang biasanya akan menyerang ikan pada masa pembenihan atau pendederan. Pada kalangan pembudidaya, parasit ini disebut dengan cacing jangkar, karena bentuknya yang mirip jangkar.

Umumnya penyakit ini akan menimbulkan luka pada tubuh ikan dan akan ditemui secara jelas cacing jangkar melekat pada bagian tubuh yang luka. Parasit ini tentu sangat berbahaya karena ia menghisap cairan tubuh ikan. Tidak hanya itu, saat parasit ini mati, ia tetap akan menimbulkan masalah baru dengan meninggalkan bekas luka berupa lubang. Bekas luka inilah yang akan membuat ikan menjadi rentan terhadap serangan parasit lainnya.


Baca Juga:

70 tampilan

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon