top of page

Ikan Air Tawar Lebih 'Sakti' Hadapi Pemanasan Global Dibanding Ikan Laut

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Sudah bertahun-tahun lalu isu perubahan iklim dicanangkan dan saat ini kita mulai merasakannya. Perubahan iklim sudah bukan menjadi prediksi, melainkan sebuah realita yang harus dihadapi. Perubahan iklim yang terjadi juga dinilai sudah merubah ekosistem perairan, seperti kenaikan suhu air yang mulai mengancam kehidupan biota di dalamnya.


Sumber: kompas.com

 

Baru-baru ini, sebuah studi mengungkapkan temuan menarik terkait pemanasan global ini. Temuan itu menyatakan bahwa ikan air tawar lebih mampu bertahan terhadap kenaikan suhu dibandingkan dengan ikan laut. Mengapa bisa seperti itu?

 

Temuan ini diungkapkan oleh Wilco Verberk, seorang ahli ekologi dari Radboud University, Belanda. Penelitiannya itu diterbitkan dalam jurnal bertajuk Ecology Letters, tidak hanya menyatakan fakta mengenai ikan air tawar yang lebih tahan terhadap pemanasan global, tapi juga memberikan pandangan baru mengenai dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan global.

 

Evolusi Sebagai Kunci Ketangguhan

Mengapa ikan air tawar lebih tahan panas? Menurut Verberk, kemampuan itu masih berhubungan erat dengan sejarah evolusi mereka. Menurutnya, suhu air sungai dan aliran airnya akan berubah-ubah jauh lebih drastis antar musim dibandingkan dengan suhu yang ada di laut.

 

Artinya, ikan air tawar sudah terbiasa berada pada lingkungan dengan suhu yang berubah-ubah, kadang bisa naik dan turun secara ekstrem setiap musimnya, jadi secara genetik mereka lebih siap menghadapi perubahan suhu.

 

Sedangkan di laut, suhu cenderung lebih stabil, membuat ikan laut tidak terbiasa dengan perubahan suhu yang cepat.

 

Rahasia Pengolahan Oksigen

Selain dari kebiasaan lingkungan, ikan air tawar juga disinyalir punya keahlian khusus dalam mengolah oksigen. Verberk mengatakan bahwa di perairan air tawar, kadar oksigen sering berfluktuasi mengikuti perubahan suhu.

 

Ikan air tawar yang sudah sering menghadapi situasi itu akan memiliki toleransi tinggi terhadap suhu panas. Kemampuan ini yang menjadi senjata rahasia ikan air tawar untuk bisa bertahan hidup saat suhu global terus meningkat.

 

Ancaman Terhadap Ketahanan Pangan

Meskipun ikan air tawar lebih tangguh dalam menghadapi cuaca ekstrem, bukan berarti ini tidak mengancam ketahanan pangan. Untuk saat ini, mayoritas tangkapan ikan dunia masih berasal dari laut, hal ini akan semakin menambah kerentanan terhadap populasi mereka.

 

Spesies laut yang memiliki rentang toleransi suhu yang sempit berisiko mengalami penurunan populasi secara drastis. Ikan yang tidak kuat menahan panas akan berpindah ke wilayah yang lebih dingin, mengganggu keseimbangan ekosistem lokal.

 

Pentingnya Strategi Konservasi yang Berbeda

Verberk menekankan bahwa pemerintah dan pemerhati lingkungan tidak boleh menyamaratakan kebijakan perlindungan antara ikan air tawar dan ikan laut. Strategi mitigasi perubahan iklim harus disesuaikan dengan karakteristik unik masing-masing kelompok spesies.



Baca Juga

Komentar


bottom of page