Cara Kerja Kincir dalam Mengurangi Karbon dioksida di Tambak
- Redaktur: Audri Rianto
- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Kita semua sepakat bahwa kualitas air sangat berperan penting dalam keberhasilan usaha budidaya udang. Tantangan bagi petambak adalah bagaimana menjaga agar kualitas air tetap stabil, karena pada dasarnya lingkungan tambak sangat rentan mengalami perubahan.

Sumber: mongabay.com
Perubahan yang cukup sering terjadi di tambak, terutama di siang dan malam hari adalah fluktuasi CO2. Karbon dioksida yang kadarnya naik turun ini sangat mempengaruhi kestabilan pH. Terutama saat kadarnya terlalu banyak pada tambak, maka pH air akan menjadi asam.
Untuk mengatasi kelebihan CO2, menggunakan kincir air dengan jumlah yang tepat dan kinerja yang dimaksimalkan juga cukup efektif. Berikut cara kerja kincir dalam mengurangi CO2 pada tambak.
1. Pelepasan Gas
Kincir air yang berputar di permukaan tambak akan membentuk percikan dan pusaran, memecah massa air manjadi gelembung-gelembung kecil . Gerakan ini membuat area kontak antara air dan udara menjadi lebih luas. Akibatnya, gas CO2 yang terperangkap dalam air akan terdorong keluar. Semakin kencang perputaran kincir, maka semakin cepat pula proses pelepasan CO2 ke udara.
2. Meningkatkan Difusi Oksigen
Berbarengan dengan membuat CO2, kincir juga akan bekerja memasukkan oksigen ke dalam air tambak. Dalam sekali bekerja, kincir akan membuang CO2 berlebih dan meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air. Oksigen yang cukup akan membantu bakteri aerob mengurai limbah organik dalam tambak dan membuat kondisi dasar tambak lebih bersih dan sehat.
3. Mencegah Stratifikasi Air
Tambak yang tidak teraerasi dengan baik akan cenderung mengalami stratifikasi, yaitu membentuk lapisan-lapisan. Biasanya, setiap lapisan akan memiliki kondisi yang berbeda, dan lapisan paling bawah menjadi yang terburuk, karena di sana kadar oksigen sangat minim dengan pH yang lebih rendah.
Adanya kincir dengan jumlah yang pas akan memastikan sirkulasi lebih merata secara vertikal. CO2 yang terperangkap di lapisan bawah akan terangkat ke permukaan yang kemudian diisi dengan oksigen.
4. Mengatasi Puncak Respirasi di Malam Hari
Kadar CO2 pada tambak di malam hari akan meningkat akibat dari proses respirasi oleh setiap organisme yang ada di tambak. Proses ini akan menyerap oksigen terlarut dalam jumlah besar dan menghasilkan CO2 yang juga besar jumlahnya.
Peningkatan CO2 ini bisa diatasi dengan memaksimalkan kinerja kincir di malam hari. Ketika CO2 baru terbentuk, maka kincir akan langsung membuangnya dan menggantinya dengan oksigen. Proses ini juga akan memastikan respirasi setiap organisme, terutama udang berjalan dengan baik.
Tips Operasional Kincir di Malam Hari
Nyalakan kincir lebih awal, secara bertahap sejak matahari terbenam untuk mengantisipasi lonjakan CO2.
Pastikan posisi kincir sudah strategis, agar arus yang dihasilkan bisa mencakup seluruh area tambak sehingga tidak ada penumpukan CO2 di titik-titik tertentu.
Pantau pH secara berkala, terutama di pagi hari. Jika pH turun drastis di pagi hari, maka ada indikasi jumlah CO2 yang terakumulasi terlalu tinggi. Dengan kata lain, aerasi pada malam hari perlu ditingkatkan.
Baca Juga




Komentar