top of page

Arab Saudi Buka Peluang Baru untuk Produk Olahan Perikanan Indonesia

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Lagi-lagi, Arab Saudi kembali membuka peluang untuk industri perikanan Indonesia. Setelah sebelumnya Arab Saudi memutuskan untuk menerima kembali udang dari Indonesia yang sempat tersandung kasus kontaminasi Cesium-137, kali ini Arab menyatakan tertarik pada produk olahan seperti bakso ikan, nugget ikan, nugget udang, hingga filet ikan nila.

 

Minat ini muncul ketika Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah mengadakan kegiatan business matching. Kegiatan itu mempertemukan perusahaan asal Indonesia JAPFA dengan importir dan distributor Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading.


Sumber: kompas.com

 

Tamaiz Asia Trading mengaku sangat tertarik dengan produk olahan yang dimiliki JAPFA, seperti bakso ikan, nugget ikan, nugget udang, hingga filet ikan nila.


Potensi Nilai Transaksi Tembus USD 1 Juta

Bagas Haryotejo, selaku ketua dari Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah memperkirakan potensi transaksi yang akan terjadi antara JAPFA dan Tamaiz Asia Trading mencapai USD 800 ribu hingga USD 1 juta.


Sebelum transaksi dilakukan, calon pembeli akan melakukan uji pasar terlebih dahulu menggunakan sampel produk. Jika produk diminati konsumen, maka akan dilakukan negosiasi harga dan kerja sama komersial yang lebih rinci.

 

Produk Halal Indonesia Dinilai Memiliki Daya Saing

Arab Saudi termasuk salah satu pasar potensial untuk produk makanan halal Indonesia, karena selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, produk dari Indonesia juga bisa masuk ke dalam rantai pasok konsumsi jamaah haji dan umrah setiap tahunnya.

 

Dengan potensi sebesar itu, tentu menjadi peluang yang bagus bagi Indonesia sebagai negara dengan industri perikanan terbesar di dunia.

 

Apalagi Indonesia dikenal memiliki sumber daya perikanan yang melimpah dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Kesempatan yang diberikan Arab Saudi ini tentu menjadi momentum penting untuk memperluas penetrasi produk olahan ke pasar Timur Tengah.

 

Dorong Nilai Tambah Industri Perikanan Nasional

Mengekspor produk olahan dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menjual bahan mentah. Produk yang sudah diolah akan memberikan keuntungan yang lebih besar untuk pelaku usaha sekaligus meningkatkan devisa negara.

 

Dukungan pemerintah juga terus hadir. terutama dalam upaya peningkatkan standar mutu, sertifikasi keamanan pangan, hingga pemenuhan persyaratan halal yang menjadi faktor penting untuk masuk ke dalam pasar Arab Saudi.

 

Perluasan jaringan promosi melalui business matching juga dinilai cukup membantu para pelaku usaha, baik yang kecil maupun perusahaan eksportir untuk memasarkan produk Indonesia ke pasar baru yang lebih potensial.

 

Prospek Ekspor Semakin Cerah

Ketertarikan Arab Saudi terhadap produk olahan perikanan Indonesia menunjukkan bahwa kualitas produk nasional sudah semakin diakui di pasar global.

 

Jika proses negosiasi berjalan dengan baik, maka kerjasama yang akan terjadi antara dua perusahaan ini bakal menjadi pintu masuk ekspansi produk perikanan Indonesia ke negara-negara Timur Tengah lainnya.

 

Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam upaya peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran, supaya peluang semakin terbuka lebar.



Baca Juga

Komentar


bottom of page