top of page

5 Alasan Mengapa Ikan Tuna Bernilai Tinggi

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Ikan tuna termasuk komoditas perikanan yang sangat diminati di pasar internasional. Karena permintaannya selalu tinggi, membuat ikan ini punya nilai jual yang tinggi.


Ikan tuna juga termasuk komoditas ekspor utama Indonesia yang ditujukan ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang dan negara-negara Eropa.

 

Permintaan pasar domestik terhadap tuna tidak sebanyak permintaan di pasar internasional, karena harganya yang lumayan tinggi sehingga hanya orang dengan ekonomi menengah ke atas saja yang bisa menikmatinya.


Sumber: undark.org

 

Tingginya harga ikan tuna ini bukan tanpa alasan, berikut ini lima alasan mengapa tuna bisa menjadi salah satu komoditas dengan nilai jual yang tinggi.

 

1. Kualitas Daging Premium dan Cita Rasa Khas

Alasan utama yang membuat ikan tuna bernilai tinggi adalah kualitas dagingnya. Tidak seperti ikan laut kebanyakan, ikan tuna punya tekstur daging yang padat namun lembut saat dikunyah.


Apalagi ikan tuna sirip biru (Bluefin Tuna), punya distribusi lemak yang lebih sempurna, membuat rasa dagingnya lebih enak.

 

Karakter daging tuna yang seperti itulah yang sangat dihargai oleh para koki bintang lima di seluruh dunia, sehingga harganya menjadi sangat tinggi.

 

2. Permintaan Pasar Global yang Sangat Masif

Banyak negara yang masyarakatnya sangat minat dan menyukai ikan tuna, bahkan sering dijadikan makanan rutin. Contohnya Jepang yang merupakan konsumen tuna terbesar, karena di sana tuna dijadikan bahan baku pembuatan sashimi.

 

Selain Jepang, negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa juga rutin mengimpor tuna untuk industri pengalengan.


Permintaan yang tinggi dari banyak negara namun tidak sebanding dengan stok atau kuota penangkapan, membuat harganya semakin tinggi di pasaran.

 

3. Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kesehatan yang Tinggi

Tidak hanya lezat, daging tuna juga kaya akan nutrisi. Ikan tuna termasuk ikan dengan sumber protein berkualitas tinggi dan rendah lemak jenuh. Tuna juga kaya akan Omega-3, vitamin B12, dan selenium.

 

Nutrisi tersebut sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung, mengontrol kolesterol dan meningkatkan fungsi otak.

 

4. Tantangan Penangkapan dan Kelangkaan di Alam Liar

Tuna juga termasuk ikan yang sulit ditangkap, karena ia termasuk perenang cepat yang suka bermigrasi ke tempat yang jauh.


Untuk menangkap ikan ini butuh alat tangkap khusus dan teknologi radar modern untuk mendeteksi pergerakannya, artinya untuk mendapatkan tuna dengan kualitas terbaik butuh modal yang tidak sedikit.

 

Selain itu, beberapa jenis tuna seperti tuna sirip biru juga mulai langka keberadaan akibat dari pembatasan kuota penangkapan secara global. Hal ini yang membuat harganya semakin tinggi, karena barang yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan di pasar.

 

5. Standar Rantai Dingin (Cold Chain Management) yang Ketat

Tuna yang terjaga kualitas dagingnya akan semakin mahal harganya. Untuk menjaga kualitas daging tuna dibutuhkan teknik pembekuan dalam suhu ekstrem mencapai -60 derajat Celsius.


Untuk itu, proses distribusi membutuhkan teknologi canggih dan biaya energi yang besar, sehingga membuat harga jual ikan tuna semakin tinggi di tingkat konsumen.



Baca Juga

Komentar


bottom of page