top of page

Mengenal Jalur Migrasi Ikan Tuna di Perairan Indonesia

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 33 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Ikan tuna merupakan ikan pelagis besar yang gemar bermigrasi melintasi samudra. Pola migrasinya juga sangat dinamis, baik itu horizontal ataupun vertikal yang tujuan utamanya adalah untuk mencari makan dan berkembang biak.


 

Bagi nelayan, pola migrasi tuna ini sebaiknya dipahami dengan baik. Apalagi perairan Indonesia termasuk jantung dari migrasi tuna, karena terletak di antara Samudera Hindia dan Pasifik. Berikut ini ringkasan jalur dan pola migrasi ikan tuna di Indonesia.

 

Jalur Utama Migrasi di Perairan Indonesia

Jalur migrasi ikan tuna di perairan Indonesia, secara umum dibagi menjadi tiga koridor, yaitu Koridor Pasifik ke Samudra Hindia, Koridor Samudra Hindia, dan Migrasi Vertikal.

 

1. Koridor Pasifik ke Samudra Hindia, artinya ikan bermigrasi dari Samudra Pasifik, biasanya lewat jalur utara Halmahera dan Papua, kemudian bermigrasi melewati Laut Maluku dan Laut Sulawesi sampai ke Selat Makassar dengan tujuan akhirnya adalah Samudra Hindia.

 

2. Koridor Samudra Hindia, artinya ikan tuna akan melewati perairan selatan Jawa, Bali, dan barat Sumatra. Tiga lokasi ini termasuk lintasan penting bagi tuna, terutama jenis sirip biru dan sirip kuning.

 

3. Migrasi Vertikal, maksudnya ikan tuna akan menyelam ke dalam lautan dengan jarak ratusan meter untuk mencari makan, kemudian mereka akan naik lagi ke permukaan saat air di permukaan lebih hangat yaitu pada siang atau sore hari.

 

Faktor Penentu Migrasi

Migrasi tuna memang terjadi musiman, namun bukan berarti mereka bermigrasi secara acak. Tentu ada sebab mengapa mereka melakukan migrasi, biasanya faktor utamanya karena mereka mengikuti perubahan kondisi lingkungan, seperti:

 

1. Suhu Permukaan Laut (SPL) 

Meskipun terlihat tangguh, karena mampu berenang hingga ribuan kilometer, ternyata tuna juga termasuk hewan yang rentan. Tuna sangat sensitif terhadap suhu air, karena itu mereka melakukan migrasi salah satunya karena mencari tempat yang airnya lebih hangat.

 

2. Upwelling 

Upwelling, termasuk fenomena yang bisa menarik tuna untuk datang. Naiknya air dalam ke permukaan membuat suatu perairan menjadi subur hingga memicu produktivitas fitoplankton. Ini adalah sumber makanan bagi ikan-ikan kecil, yang juga termasuk ikan mangsa bagi tuna. Mangsa-mangsa ini berkumpul dalam jumlah yang banyak tentu akan memancing tuna untuk datang.

 

3. Ketersediaan Pangan

Sama seperti adanya upwelling, tujuan tuna bermigrasi yang paling utama adalah mencari makan. Tuna tidak akan menetap lama di satu lokasi, mereka akan terus bergerak mencari mangsa, biasanya mengikuti keberadaan ikan-ikan kecil untuk dimangsa.

 

Spesies Umum

Perairan Indonesia rutin dilewati oleh ikan tuna, namun ada tiga spesies tuan yang paling sering singgah. Tuna yang paling dominan di perairan Indonesia adalah Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares).

 

Selanjutnya, ada Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) yang banyak dijumpai di perairan dengan arus dalam, serta yang terakhir adalah Tuna Sirip Biru Selatan (Thunnus maccoyii) yang sering dijumpai di perairan selatan Indonesia.



Baca Juga

bottom of page