top of page

Ahli IPB Soroti Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Ikan sapu-sapu saat ini sudah menjadi ikan yang paling sering dijumpai di perairan Indonesia. Fenomena ini menandakan bahwa ikan sapu-sapu populasinya terus meningkat, bahkan sudah menguasai hampir semua sungai di Indonesia.


Sumber: kumparan.com

 

Sungai Ciliwung menjadi satu sungai yang terkenal dengan populasi ikan sapu-sapunya yang bisa dikatakan tidak terbatas (unlimited). Meski sudah biasa, namun dominasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung sebenarnya merupakan sebuah alarm bahaya bagi masyarakat.

 

Akibat populasinya yang sangat melimpah, membuat ikan endemik di Sungai Ciliwung berangsur menurun. Kondisi itu membuat kebiasaan konsumsi masyarakat jadi bergeser, mereka mulai mengonsumsi ikan sapu-sapu.

 

Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-sapu

Ikan sapu-sapu memang dikenal handal, bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan yang paling kotor dan tercemar sekalipun. Dari kemampuan luar biasanya ini, ternyata menyimpan petaka bagi manusia yang suka mengonsumsinya.

 

Charles P. H. Simanjuntak, Ph.D., Ahli Ikan dan Konservasi Ikan dari IPB menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup di Sungai Ciliwung sudah terbiasa terpapar limbah industri dan domestik. Bukannya mati keracunan, ikan ini malah tetap hidup dengan melakukan bioakumulasi, yaitu menyerap dan menyimpan zat-zat berbahaya dan beracun ke dalam jaringan tubuhnya.

 

Beberapa logam berat dengan kadar tinggi yang ditemukan ada pada tubuh ikan sapu-sapu Sungai Ciliwung adalah Timbal (Pb), Merkuri (Hg), Kadmium (Cd). Logam berat tersebut paling banyak ditemukan di daging, insang dan hati.

 

Menjadikan ikan tersebut sebagai lauk dan dikonsumsi secara rutin merupakan tindakan nekat, sebab logam berat yang terkandung bisa berpindah ke tubuh manusia. Akumulasi logam berat dalam jangka waktu yang lama, menurut Charles akan memicu gangguan kesehatan serius, seperti gangguan saraf, kerusakan ginjal akut, gangguan pada ibu hamil dan tubuh kembang anak, serta yang paling mematikan ialah meningkatnya risiko kanker.

 

Mengenal Karakteristik Ikan Sapu-sapu Lebih Dalam

Ikan sapu-sapu adalah ikan pendatang yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa, akhirnya ia saat ini justru merajai ekosistem sungai di Jakarta.

 

Sebagai gambaran dari kehebatan ikan sapu-sapu dalam hal beradaptasi, ia bisa hidup di air kotor berlumpur dengan oksigen rendah dengan pencemaran amonia tinggi. Kondisi yang seperti itu akan membuat ikan endemik mati, tapi ikan sapu-sapu justru segar bugar dan terus berkembang biak.

 

Selain tahan banting, ikan sapu-sapu juga bisa menghasilkan anak banyak. Satu ekor betina sapu-sapu tercatat bisa menghasilkan telur sebanyak 19.000 butir, dan hampir 90% dari jumlah telur itu akan menetas menjadi organisme baru.

 

Mengapa populasi mereka terus meningkat seolah tidak ada hambatan? Jawabannya karena ikan sapu-sapu tidak punya predator alami. Jadi mereka bisa berleha-leha memperbanyak populasi tanpa takut dimangsa, akibatnya populasinya sekarang semakin tidak terkendali.



Baca Juga

bottom of page