Polikultur Kerang Darah dan Udang Vaname Ciptakan Budidaya Ramah Lingkungan
- Redaktur: Audri Rianto
- 10 Jul
- 2 menit membaca
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor akuakultur, praktik polikultur atau budidaya lebih dari satu jenis organisme dalam satu ekosistem menjadi solusi yang menjanjikan.

Sumber: xnews.id
Salah satu kombinasi yang dinilai cukup cocok untuk dikembangkan adalah budidaya polikultur antara kerang darah (Anadara granosa) dan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Gabungan keduanya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung penerapan metode budidaya yang lebih ramah terhadap lingkungan.
Mengapa Kerang Darah dan Udang Vaname?
Kerang darah merupakan filter feeder, yaitu organisme yang memperoleh makanan dengan menyaring partikel organik, plankton, dan detritus dari air. Sementara itu, udang vaname cenderung makan dari pakan tambahan seperti pelet atau tepung ikan yang sering sekali tidak termakan secara menyeluruh. Kombinasi ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dalam ekosistem tambak.
Kerang darah dapat memanfaatkan limbah organik berupa sisa pakan udang yang tidak dikonsumsi dan kotoran udang sebagai sumber makanan dan nutrisi. Di sisi lain, kemampuan kerang darah dalam menyaring air membantu menjaga kualitas air tetap stabil dan mengurangi risiko munculnya penyakit yang disebabkan oleh penumpukan bahan organik di dasar tambak.
Manfaat Polikultur untuk Lingkungan dan Petambak
1. Mengurangi Pencemaran Tambak
Kerang darah berperan sebagai biofilter alami yang menyerap bahan organik dalam tambak, sehingga mencegah terjadinya penumpukan nutrien berlebih dan partikel tersuspensi di dalam air. Tindakan ini akan mencegah terjadinya blooming alga, dan penurunan kualitas air yang berbahaya bagi udang.
2. Meningkatkan Efisiensi Produksi
Dengan membudidayakan dua komoditas dalam satu lahan, petambak dapat memaksimalkan potensi ekonomi tambak. Panen ganda tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuat sistem lebih tahan terhadap risiko kegagalan panen pada salah satu komoditi.
3. Menyeimbangkan Ekosistem Tambak
Interaksi biologis antara kerang darah dan udang akan membuat lingkungan budidaya lebih stabil. Kehadiran kerang darah membantu menekan perkembangan mikroorganisme patogen yang biasa muncul di air yang terlalu kaya nutrien.
4. Ramah terhadap Lingkungan Sekitar
Polikultur mengurangi beban pencemaran air dan sedimen, sehingga lebih aman bagi ekosistem pesisir dan perairan umum. Praktik ini juga mendukung tujuan jangka panjang konservasi lingkungan dan budidaya yang berkelanjutan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Walau menguntungkan, sistem polikultur ini tetap memerlukan manajemen yang cermat. Beberapa aspek yang penting diperhatikan antara lain:
Pengaturan padat tebar yang seimbang agar tidak terjadi kompetisi atau penurunan kualitas air.
Monitoring kualitas air seperti oksigen terlarut, suhu, dan salinitas secara berkala.
Pembersihan dasar tambak jika terjadi akumulasi lumpur atau sisa pakan.
Dengan pendekatan budidaya yang cermat, sistem ini dapat meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.
Kesimpulan
Polikultur kerang darah dan udang vaname memberikan gambaran mengenai budidaya perikanan yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan. Dengan pendekatan ekologi dan manajemen yang tepat, petambak dapat memperoleh hasil panen ganda sekaligus mendorong praktik budidaya yang berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar