top of page

Penemuan Spektakuler Ikan Coelacanth di Laut Dalam Indonesia

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 6 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Membayangkan spesies ikan purba yang ada 400 juta tahun lalu masih aktif berenang di lautan Indonesia tentu menjadi fenomena yang terdengar tidak mungkin. Namun, hal tersebut memang benar-benar terjadi saat ini dan telah dibuktikan lewat sebuah penelitian.


Sumber: idntimes.com

 

Melalui Simposium Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact yang diselenggarakan di Jakarta, Ikan Coelacanth (Latimeria menadoensis) merupakan fosil hidup yang memilih perairan Indonesia sebagai rumah utamanya.

 

Penemuan Terbesar Ikan Coelacanth di Pulau Talise

Ikan ini ditemukan oleh peneliti di Perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara dan sebanyak 18 individu yang berhasil didokumentasikan.

 

Angka ini merupakan sebuah rekor temuan terbesar yang pernah dicatat. Penemuan ini juga membuat status Pulau Talise sebagai habitat paling krusial untuk keberlangsungan hidupnya.

 

Beberapa pihak yang terlibat dalam ekspedisi laut ini adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), OceanX, serta NHK. Mereka melakukan penelusuran gua-gua bawah laut di Pulau Talise yang sebelumnya sempat dilakukan riset pada tahun 2009 silam.

 

Pada saat itu, peneliti berhasil menemukan 4 individu dan tahun ini bertambah menjadi 18 ekor. Dari 18 ikan itu, 11 di antaranya hidup berdampingan dalam gua yang sama. Perilaku ini memberikan wawasan baru untuk para ilmuwan mengenai pola pemanfaatan ruang habitat serta perilaku sosial ikan Coelacanth di alam liar.

 

Fakta Reproduksi dan Pemetaan Melalui Jejak Genetik

Riset mengenai ikan Coelacanth di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak 2004. Hingga kini sudah tercatat 52 individu yang ditemukan di seluruh perairan Indonesia. Dari ekspedisi baru ini, ada beberapa temuan penting yang berpotensi memperkaya literatur keanekaragaman hayati.

 

  • Penemuan Anakan Coelacanth: Telah ditemukan seekor anakan ikan Coelacanth dengan ukuran 26 cm di Teluk Amurang. Dengan adanya individu muda tersebut bisa dikatakan bahwa proses reproduksi Coelacanth masih berlangsung subur secara alami.


  • Hasil Pemindaian CT Scan: Setelah dilakukan pemindaian terhadap satu spesimen, ilmuwan berhasil menemukan keberadaan 22 butir telur di dalam tubuh ikan. Temuan ini telah memecahkan teka-teki terkait sistem reproduksi mereka.


  • Penggunaan Teknologi eDNA: Dengan teknologi ini, ilmuwan melakukan pemetaan terkait sebaran ikan tersebut di perairan. Hasilnya, keberadaan ikan tersebut diketahui tersebar luas dari Biak di Papua hingga Buol di Sulawesi Tengah.

 

Upaya Konservasi

Penemuan luar biasa ini memberikan alasan ilmiah bagi pemerintah dan peneliti untuk memperkuat upaya konservasi habitat laut. Bahkan, kawasan Pulau Talise saat ini sudah dipersiapkan untuk dijadikan taman suaka habitat.

 

Setelah penetapan kawasan konservasi kelautan nasional ini telah rampung, rencananya pemerintah akan mengusulkan habitat Coelacanth di Pulau Talise sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.



Baca Juga

Komentar


bottom of page