Kanker Menular Antar Lele Jadi Sorotan, Seberapa Berbahaya bagi Manusia?
- Redaktur: Audri Rianto
- 7 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Ilmuwan baru-baru ini mengungkap sebuah penemuan yang cukup membuat gempar. Temuan tersebut berkaitan dengan jenis kanker langka yang bisa menyebar antar spesies ikan seperti penyakit menular.

Sumber: indianafishing.guide
Kasus ini pertama kali ditemukan pada ikan lele jenis brown bullhead, dan menjadi kasus kanker menular pertama yang terdeteksi pada spesies ikan tawar.
Awal Mula Wabah di Danau Memphremagog
Fenomena ini pertama kali dideteksi di Danau Memphremagog, Vermont, Amerika Serikat, dan Quebec, Kanada. Kejadian tersebut bermula saat pemancing memperhatikan ikan tangkapannya dan menyadari adanya peningkatan jumlah bercak hitam menonjol di tubuh ikan lele.
Penemuan tersebut terjadi di 2012 dan dua tahun setelahnya, situasi tersebut semakin menarik perhatian para ahli biologi. Sekitar sepertiga dari sampel ikan lele yang diambil dari danau tersebut ternyata punya penyakit yang sama.
Merasa ada yang tidak beres, para ahli kemudian melakukan investigasi besar-besaran yang dipimpin oleh para peneliti dari University of Vermont.
Misteri Genetik: Mengapa Kanker Ini Sangat Unik?
Awalnya, mereka menduga bahwa penyakit ini berkaitan dengan polusi air, infeksi virus atau faktor lingkungan lainnya. Ternyata, dari hasil uji genetik, terungkap fakta bahwa tumor yang terbentuk di tubuh ikan lele tersebut merupakan kasus yang langka.
Mereka melakukan pengujian di beberapa jenis ikan lainnya, namun hasilnya ada ratusan varian genetik yang identik dalam jaringan tumor, artinya ikan-ikan tersebut mengidap penyakit yang sama.
Dari penemuan tersebut, peneliti yakin bahwa ini merupakan karakteristik utama dari kanker yang menular. Dalam kasus ini, sel kanker bisa bertahan hidup di luar inang aslinya, kemudian menular dan tumbuh menjadi tumor baru pada ikan yang lain yang masih sehat.
Bagaimana Kanker Ini Menyebar Antar Ikan?
Cara penularan kanker ini dari satu ikan ke ikan lainnya masih dipelajari, namun ilmuwan punya hipotesa mengenai itu.
Pertama, terjadi saat kontak fisik pada musim bertelur. Pada musim bertelur, ikan lele brown bullhead akan berkumpul pada jarak yang sangat dekat. Kontak fisik satu sama lain tidak bisa terhindarkan, membuat sel kanker gampang berpindah dari satu ikan ke ikan lain.
Kedua, karakter biologis ikan lele yang tidak punya sisik pada tubuhnya serta menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya untuk berada di dasar danau. Kedua sifat biologis ini memungkinkan sel kanker bisa bertahan dan menempel langsung ke kulit ikan melalui endapan lumpur.
Apakah Polusi Menjadi Pemicunya?
Ilmuwan menduga bahwa kanker ini berkaitan dengan polusi air, pasalnya dari lokasi penemuan didapati adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Setelah diinvestigasi lebih dalam, ternyata tidak ada bukti kuat bahwa penyakit ini bersumber dari lokasi TPA tersebut. Bisa disimpulkan bahwa penyakit ini memang murni sebuah fenomena biologis yang langka.
Apakah Berbahaya bagi Manusia?
Hal yang paling dikhawatirkan dari temuan ini adalah apakah penyakit ini bisa menular ke manusia atau tidak. Jawabannya tidak, karena Danau Memphremagog merupakan sumber air minum untuk 175.000 penduduk sekitar, namun tidak ditemukan adanya manusia yang mengalami penyakit tersebut.
Sel-sel kanker tersebut diketahui tidak dapat menginfeksi manusia atau menular ke spesies hewan lainnya. Air danaunya masih aman untuk dikonsumsi, namun disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan lele yang telah terinfeksi.
Baca Juga




Komentar