Pakan Terbaik Untuk Larva Udang
- Redaktur: Audri Rianto
- 8 Okt
- 2 menit membaca
Pemberian pakan yang tepat pada udang tidak hanya dilakukan pada saat di tambak saja, tapi juga harus dimulai pada proses pembenihan (hatchery). Udang yang masih dalam bentuk larva juga butuh pakan yang bernutrisi agar ia tidak mudah mati dan menjadi benur berkualitas.

Sumber: microscopy.org
Kriteria Pakan
Kita tahu bahwa larva udang memiliki ukuran yang sangat kecil, artinya secara pasti ia membutuhkan pakan yang lebih kecil dari ukuran tubuhnya (sesuai dengan bukaan mulut). Selanjutnya, pakan juga harus kaya protein untuk mendukung pertumbuhannya ke tahap hidup selanjutnya.
Dikarenakan pencernaan larva udang belum sempurna, maka pakan yang diberikan harus bersifat mudah dicerna. Pilihannya adalah menggunakan pakan alami berupa fitoplankton dan zooplankton.
Fitoplankton
Fitoplankton merupakan plankton dari jenis tumbuhan, lebih tepatnya mikroalga. Pada hatchery, mikroalga yang paling umum digunakan sebagai sumber pakan larva udang adalah Skeletonema sp., Chaetoceros sp., dan Thalassiosira sp.
Zooplankton
Zooplankton merupakan sekumpulan hewan kecil berukuran mikroskopis, seperti artemia yang memiliki kandungan protein tinggi. Kebanyakan hatchery memilih pakan jenis ini karena dianggap mampu meningkatkan daya hidup larva dan mempercepat pertumbuhannya.
Artemia
Artemia termasuk produk pakan untuk larva udang yang terbukti mengandung nutrisi yang baik untuk menstimulasi pertumbuhan larva hingga menjadi benur yang berkualitas. Ada dua nutrisi penting yang terkandung pada artemia, yaitu protein dan asam amino.
Protein pada artemia sangatlah tinggi, yakni hampir 63 persen dari total berat keringnya. Pemilihan artemia untuk pakan larva udang merupakan langkah yang bijak, karena kandungan proteinnya yang tinggi akan membuat larva tumbuh lebih cepat dan sehat.
Asam amino yang terkandung dalam artemia juga tak kalah pentingnya, karena fungsi dari asam amino juga untuk merangsang pembentukan daging dan memaksimalkan metabolisme pada larva udang, sehingga pergantian stadia akan lebih cepat dan larva akan lebih tahan penyakit.
Penggunaan Artemia
Untuk memanfaatkan artemia sebagai pakan larva udang, pertama yang harus dilakukan ialah menetaskannya terlebih dahulu. Cara menetaskannya ialah dengan menyiapkan wadah yang diisi dengan air bersalinitas 30-40 ppt dan jangan lupa untuk menyediakan aerasi pada wadah untuk menjaga kadar oksigennya.
Selanjutnya, masukkan saja artemia ke dalam wadah dengan perlahan lalu biarkan di dalam wadah selama 24 jam. Buatlah wadah yang dilengkapi dengan keran di bawah untuk memudahkan pemanenan artemia. Setelah 24 jam, artemia akan menetas dan bisa langsung diperhatikan secara kasat mata.
Kemudian lakukan pemanenan dengan cara menutup wadah untuk menciptakan kondisi gelap. Nah, kondisi gelap ini akan memicu artemia berenang ke dasar dan meninggalkan cangkangnya terapung di permukaan air.
Cangkang yang mengapung bisa langsung dibersihkan, sementara artemia bisa langsung dikeluarkan melalui keran dan dipindahkan ke wadah baru. Pada tahap ini, barulah artemia bisa langsung diberikan pada larva udang.
Baca Juga




Komentar