top of page

Dampak Buruk Alkalinitas Rendah pada Proses Molting Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 16 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Dalam memperhatikan kualitas air, banyak petambak hanya fokus pada parameter-parameter umum, seperti pH, oksigen terlarut, suhu dan alkalinitas tanpa memperhatikan kadar alkalinitas. Padahal, alkalinitas juga tak kalah pentingnya dalam menciptakan kondisi yang stabil untuk udang.


Sumber: gdm.id

 

Alkalinitas tidak boleh dalam keadaan rendah, karena bisa menimbulkan masalah serius bagi kesehatan udang, salah satunya ialah terjadinya gangguan molting.

 

Alkalnitas dan Perannya dalam Budidaya Udang

Alkalinitas merupakan kemampuan air dalam menetralkan asam, sehingga pH tidak berfluktuasi secara ekstrem. Dalam budidaya udang, alkalinitas utamanya berasal dari ion karbonat dan bikarbonat.

 

Ion-ion tersebut sangat berguna bagi udang,  karena sangat berhubungan dengan proses penyediaan mineral, seperti kalsium dan magnesium. Kedua mineral ini nantinya akan dimanfaatkan udang untuk membentuk cangkang baru ketika terjadi molting.

 

Dampak Buruk Alkalinitas Rendah Terhadap Molting

Alkalinitas tambak harus berada di kisaran 100-150 ppm, di bawah nilai tersebut maka akan dianggap rendah dan dapat menimbulkan masalah pada saat proses molting.


Soft Shell Syndrome

Setelah udang melepaskan cangkang lamanya, ia akan membutuhkan asupan mineral yang cukup untuk membentuk cangkang yang baru. Jika alkalinitas rendah, maka ketersediaan ion karbonat juga terbatas, membuat pembentukan mineral seperti kalsium terhambat.

 

Akibatnya, cangkang udang yang baru terbentuk tidak bisa mengeras dengan sempurna. Cangkang akan terus lunak dalam waktu lama dan fenomena ini sering disebut dengan Soft Shell Syndrome atau penyakit cangkang lunak. Udang yang mengalami ini akan rentan terkena serangan patogen dan kanibalisme.

 

Gagal Molting

Selain soft shell syndrome, dampak paling fatal dari alkalinitas rendah adalah gagal molting. Ketika udang gagal molting akibat kekurangan mineral, ia akan sulit melepaskan cangkang lamanya.


Kondisi ini tentu sangat menyiksa udang, bahkan bisa membuatnya mati dalam keadaan cangkang ganda, di mana cangkang lama masih belum terlepas sempurna namun sudah terjadi pembentukan cangkang baru yang hanya setengah.

 

 

Strategi Mengatasi Alkalinitas Rendah

Alkalinitas yang tidak terjaga dengan baik bisa membuat udang gagal molting yang memiliki tingkat mortalitas tinggi. Tak jarang gagal molting bisa menyebabkan kerugian yang besar. Untuk mencegah hal itu, petambak harus melakukan beberapa langkah pencegahan yang baik dan benar.

 

Pertama, petambak harus melakukan pengecekan secara rutin, setidaknya dua kali dalam seminggu. Tujuannya untuk mengetahui tren kenaikan atau penurunan alkalinitas sepanjang siklus budidaya.

 

Kedua, apabila terjadi penurunan maka petambak bisa melakukan pengapuran. Proses ini dilakukan dengan menebar kapur dolomit dengan dosis anjuran ke dalam tambak.

 

Ketiga, terapkan manajemen pakan yang baik agar penumpukan bahan organik dalam tambak tidak terjadi secara berlebihan. Bahan organik yang berlebih memicu peningkatan proses nitrifikasi, yang mana proses ini juga bisa menurunkan kadar alkalinitas.



Baca Juga

bottom of page