top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

Mempersiapkan Air pada Kolam Bioflok Untuk Budidaya Udang

Bioflok adalah teknologi budidaya perikanan yang mengandalkan mikroorganisme dalam air untuk mengubah limbah organik menjadi protein. Pada budidaya udang, metode ini sudah banyak dipakai karena dianggap lebih efisien dan hemat.



Menurut penelitian, sistem bioflok ini mampu menurunkan biaya operasional hingga 20%, karena petambak tidak memerlukan pemberian pakan yang berlebih. Namun, untuk menggunakan sistem bioflok ini, petambak harus jeli, sebab apabila salah manajemen sedikit saja maka proses budidaya akan gagal.


Salah satu komponen yang harus dipersiapkan dengan baik adalah air kolam bioflok itu sendiri. Di sini kami akan memaparkan secara jelas dan singkat cara mempersiapkan air pada kolam bioflok untuk budidaya udang vaname.

 

Persiapan Kolam

Bentuk kolam bioflok adalah bundar, maka buatlah kolam bundar berdiameter 2-3 m dengan kedalaman 2 m. Buat kolam dengan alas berupa beton dengan rangka besi melingkar yang kemudian dilapisi dengan geomembrane.  


Penggunaan geomembrane sendiri bertujuan untuk menghindari terjadinya kebocoran pada kolam. Geomembrane HDPE terbuat dari bahan polietilen densitas tinggi yang ketahanannya teruji hingga 10 tahun.


Jangan lupa kolam diberi saluran masuk dan pembuangan air yang nantinya akan digunakan untuk mengisi dan mengganti air selama proses budidaya berlangsung. Sebelum kolam diisi dengan air, lakukanlah pembersihan kolam dengan cara menyikatnya.

 

Pengisian Air

Isilah kolam dengan air bersih hingga ketinggian 1 meter, lalu hidupkan aerator selama 24 jam setiap harinya. Jika air dirasa kurang bersih, Anda bisa melakukan penjernihan dengan pemberian kaporit. Taburkan kaporit sebanyak 30ppm\m3 dan biarkan selama 3 hari, karena efek kaporit akan hilang setelah 3 hari. Selain menjernihkan, kaporit sendiri juga dapat membunuh hama dan penyakit yang ada pada kolam.

 

Penggaraman

Setelah memasuki hari keempat, lakukan penggaraman. Selain untuk mematikan dan menghambat patogen penyakit, garam juga berfungsi sebagai penetral pH. Tebar garam dengan dosis 3-5 kg/m3 menggunakan garam gosok.

 

Pengendalian Kualitas Air

Pastikan suhu air dalam kolam tetap stabil dan sesuai dengan kebutuhan udang. Gunakan alat pengukur suhu air yang akurat. Lakukan pengecekan pH, kadar oksigen, dan amonia. Apabila sudah dirasa baik, maka Anda bisa lanjut ke tahap berikutnya.

 

Penambahan Nutrisi

Memasuki hari kelima, kolam bisa ditambahkan nutrisi berupa molase sebanyak 50-100 ml/m3. Molase sendiri berfungsi sebagai sumber makanan bagi probiotik yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kolam, selain itu molase juga bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan fitoplankton tak baik seperti blue green alga.

 

Fermentasi Air

Proses fermentasi air pada kolam bioflok dimaksudkan untuk menghasilkan pakan alami bagi udang. Proses ini dilakukan pada hari keenam dengan memasukkan probiotik ke dalam kolam. Diamkan kolam selama 10 hari, selanjutnya probiotik akan bekerja dengan memanfaatkan molase untuk menciptakan flok yang berfungsi sebagai pakan tambahan. Jika air pada kolam sudah berubah warna menjadi kecoklatan, maka kolam sudah siap untuk digunakan.

 

Pencahayaan Kolam

Pencahayaan kolam harus diperhatikan demi menjaga kolam tetap dalam kondisi yang stabil dan kondusif. Sebaiknya gunakanlah naungan untuk menghalau paparan matahari langsung, sebab paparan matahari langsung bisa merangsang pertumbuhan alga secara berlebihan yang dapat merusak keseimbangan ekosistem di dalam kolam bioflok.

 

Dengan mempersiapkan air pada kolam bioflok dengan baik, Anda dapat memastikan bahwa udang yang akan Anda budidayakan tumbuh dalam lingkungan yang optimal dan sehat. Selamat mencoba!



Baca Juga

390 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Σχόλια


bottom of page