top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

Peran Probiotik pada Budidaya Udang Sistem Bioflok

Budidaya udang sistem bioflok telah menjadi metode yang semakin populer dalam industri akuakultur karena efisiensinya dalam menjaga kualitas air dan meningkatkan produktivitas tambak. Salah satu elemen penting dalam budidaya udang sistem bioflok adalah pemberian probiotik.



Lantas, apa sih yang dimaksud dengan probiotik? Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan pengaruh menguntungkan bagi inangnya, dalam hal ini udang. Menguntungkannya ialah dalam hal meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit, sumber nutrisi, serta meningkatkan kualitas lingkungan.


Pengaplikasian probiotik pada budidaya udang sistem bioflok dinilai penting karena probiotik dinilai memiliki peran menguntungkan, berikut ini adalah beberapa peran probiotik dalam budidaya udang sistem bioflok

 

Menjaga Keseimbangan Mikroba dalam Tambak

Dalam budidaya udang sistem bioflok, mikroorganisme yang hidup dan berkembang di dalamnya sangatlah beragam, ada yang baik dan ada yang tidak baik. Penggunaan probiotik dalam jumlah yang pas mampu merangsang pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme baik.


Dengan kata lain, probiotik membantu menjaga keseimbangan jumlah mikroba baik pada bioflok dengan meminimalkan pertumbuhan bakteri patogen. Sehingga risiko udang mengalami infeksi penyakit pun menurun.

 

Meningkatkan Sistem Kekebalan Udang

Selain karena probiotik dapat mengendalikan mikroba pembawa penyakit pada kolam bioflok, probiotik juga dapat meningkatkan sistem kekebalan udang dengan cara merangsang produksi enzim dan protein kekebalan tubuh. Proses tersebut yang kemudian membuat udang menjadi lebih tahan terhadap infeksi penyakit.

 

Membantu Pencernaan dan Penyerapan Nutrisi

Bakteri probiotik memberikan efek yang baik bagi pencernaan udang, caranya ialah dengan meningkatkan enzim pencernaan. Enzim ini nantinya dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa lebih sederhana sehingga nutrisi yang terkandung pada pakan menjadi lebih mudah diserap.


Ada tiga enzim yang dihasilkan oleh probiotik, ketiganya adalah protease, lipase dan amilase. Ketiga enzim ini memiliki kemampuan dalam menghidrolisis karbohidrat, protein dan lemak menjadi molekul lebih sederhana sehingga mempermudah proses penyerapan nutrisi.


Dengan demikian, udang dapat memanfaatkan pakan lebih efisien, sehingga pertumbuhannya menjadi lebih optimal. Penyerapan nutrisi yang baik dapat meningkatkan laju pertumbuhan udang, sehingga tambak dinilai lebih produktif.

 

Membantu Mengurai Limbah Organik

Baik pada tambak tradisional maupun sistem bioflok, probiotik diketahui dapat mengurai limbah organik yang terkandung pada media budidaya, sehingga mengurangi tingkat polusi dan mempertahankan kualitas air untuk pertumbuhan udang yang optimal.

 

Mengurangi Tingkat Amonia dan Nitrit

Beberapa strain probiotik memiliki kemampuan untuk mengkonsumsi amonia dan nitrit dalam air, membantu mengurangi tingkat toksisitas senyawa tersebut bagi udang. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Jon Dahlan dkk pada 2017. Penggunaan probiotik pada budidaya udang vaname sistem bioflok dapat menjaga kadar amonia dan nitrit tetap stabil, sehingga tidak beracun bagi udang.

 

Dari paparan di atas, pemanfaatan probiotik memberikan efek yang sangat baik bagi budidaya udang sistem bioflok, seperti meningkatkan kualitas air, dan mendukung pertumbuhan yang optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik dalam budidaya udang sistem bioflok menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan dalam industri akuakultur modern.



Baca Juga

236 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Kommentit


bottom of page