Kontrol Hormonal Bantu Pembudidaya Hasilkan Benih Sepanjang Tahun
- Redaktur: Audri Rianto
- 3 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Perubahan iklim global yang saat ini sudah terjadi memicu lonjakan suhu udara dan perairan. Ini tentu menjadi alarm bahaya bagi sektor perikanan, karena suhu yang terlalu ekstrem akan menghambat pertumbuhan ikan dan juga mengacaukan siklus reproduksinya.

Sumber: ikan.info
Untuk memastikan produksi perikanan nasional tetap berjalan optimal, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof. Agus Oman Sudrajat menghadirkan terobosan baru berupa teknologi kontrol hormonal reproduksi ikan.
Krisis Reproduksi di Tengah Suhu Ekstrem
Secara garis besar, proses berkembangbiaknya ikan sangat dipengaruhi oleh kestabilan ekosistem, termasuk keadaan cuaca. Jika suhu ekosistem terlalu ekstrem, maka dapat memblokir pelepasan hormon alami dalam tubuh ikan.
Dampaknya tentu sangat fatal, mulai dari gagalnya proses pematangan gonad, proses perkawinan dan pelepasan telur juga akan terhenti total. Pada akhirnya produksi benih akan menurun drastis.
Prof. Agus mengatakan hal ini juga pernah terjadi di tahun 2017. Ketika itu terjadi kemarau panjang, membuat banyak induk ikan di hatchery sulit melakukan reproduksi. Ikan tidak mengalami matang gonad yang mengakibatkan proses pemijahan tidak berjalan dengan baik.
Manipulasi Hormonal sebagai Jalan Keluar
Berangkat dari kejadian sebelumnya, untuk mengakali kebutuhan tersebut lahirlah inovasi berupa teknologi yang dapat mengontrol hormonal ikan.
Dengan memanipulasi hormon ikan dari luar, maka hambatan yang diakibatkan cuaca ekstrem dapat diatasi. Hasilnya, indukan ikan akan tetap mengalami matang gonad, memijah dengan baik tanpa mengkhawatirkan kondisi lingkungan.
Aksesibilitas Terbuka untuk Pembudidaya Kecil
Inovasi yang dikembangkan oleh Prof. Agus ini punya aksesibilitas yang tinggi, artinya teknologi ini bisa dirasakan oleh semua pelaku usaha, baik yang skala kecil sampai skala besar. Jadi tidak ada kata eksklusif hanya untuk industri skala besar.
Prof. Agus juga menambahkan bahwa produk ini nantinya akan dijual bebas di e-commerce supaya jangkauannya bisa lebih luas lagi, sehingga para pelaku usaha pembenihan bisa meningkatkan produktivitas hatchery-nya dengan mandiri.
Visi Ketahanan Pangan 20 Tahun ke Depan
Prof. Agus meyakini jika penggunaan teknologi ini dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, maka akan terjadi lompatan besar bagi masa depan akuakultur Indonesia dalam 10 sampai 20 tahun mendatang.
Tidak ada lagi istilah ketergantungan terhadap kondisi cuaca, sehingga proses reproduksi dan panen bisa berlangsung sepanjang tahun. Prof. Agus juga menjelaskan bahwa teknologi kontrol hormonal ini bukan hanya sekadar inovasi untuk melipatgandakan reproduksi, tapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Baca Juga




Komentar