top of page

Jangan Sampai Tertipu! Ini Ciri Siomay yang Terbuat dari Ikan Sapu-Sapu

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 4 hari yang lalu
  • 3 menit membaca

Ikan sapu-sapu sudah menjadi masalah serius di Indonesia, karena hampir semua sungai di Indonesia telah didominasi olehnya.


Akibat dominasinya yang kuat, sungai-sungai di Indonesia terancam mengalami kerusakan ekosistem serta kehilangan populasi ikan endemik.

 

Kelompok yang paling terdampak akibat dominasi ikan sapu-sapu adalah nelayan, karena populasi ikan sapu-sapu tak terkendali membuat ikan tangkapan semakin sedikit jumlahnya.

 

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai beralih menangkap ikan sapu-sapu untuk dijual. Umumnya, ikan sapu-sapu dimanfaatkan menjadi pakan ternak, namun semakin lama ikan sapu-sapu justru dijadikan sebagai bahan baku pembuatan makanan.

 

Paling sering, ikan sapu-sapu dijadikan sebagai bahan baku pembuatan siomay. Isu ini sudah tersebar di masyarakat yang kemudian memicu kekhawatiran, mengingat ikan sapu-sapu sendiri hidupnya di perairan yang tercemar.


Menjadikannya bahan baku pembuatan siomay tentu bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.


Sumber: kompas.com

 

Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu punya cara adaptasi yang unik, sehingga mereka bisa hidup nyaman dan aman di perairan yang tercemar. Alih-alih mati akibat cemaran yang ada, ikan ini malah menyerap zat-zat beracun di sekitarnya dan menyimpan semua zat itu di dalam organ tubuhnya.

 

Kemampuan seperti yang membuat berbahaya untuk dikonsumsi. Bayangkan saja, jika ikan sapu-sapu telah menyerap berbagai racun dan logam berat selama hidupnya, kemudian dijadikan siomay dan dikonsumsi, tentu risiko menimbulkan penyakitnya juga besar.

 

Charles P. H. Simanjuntak, Ph.D., Ahli Ikan dan Konservasi Ikan dari IPB mengatakan, mengonsumsi ikan sapu-sapu yang mengandung logam berat bisa menyebabkan kerusakan ginjal serius, gangguan saraf dan meningkatkan risiko kanker. Untuk itu, masyarakat harus hati-hati dan lebih selektif dalam memilih makanan, terutama yang dibeli di pinggir jalan.

 

Ciri-Ciri Siomay dari Ikan Sapu-Sapu

Siomay yang terbuat dari ikan sapu-sapu punya ciri tersendiri. Dilansir dari kompas.com, agar masyarakat tidak tertipu, perhatikan beberapa ciri berikut.

 

Baunya Menyengat

Siomay yang terbuat dari ikan sapu-sapu biasanya memiliki aroma tidak enak yang kuat. Bahkan beberapa kasus, aromanya sampai mengganggu. Berbeda dengan siomay yang dibuat menggunakan ikan tenggiri, biasanya baunya lebih ringan dan gurih.

 

Warnanya Kusam

Siomay yang sehat, dibuat dengan bahan baku terbaik biasanya berwarna putih bersih atau abu muda. Apabila Anda mendapati siomay dengan warna yang gelap atau kusam, bisa dipastikan bahwa siomay itu dibuat dengan bahan baku yang tidak sehat, kemungkinan besar terbuat dari daging ikan sapu-sapu.

 

Tekstur Keras

Siomay idealnya bertekstur kenyal, jadi saat Anda membeli siomay namun teksturnya keras dan sedikit kasar, sebaiknya jangan dikonsumsi karena ada indikasi bahwa siomay tersebut terbuat dari daging ikan sapu-sapu.

 

Harganya Terlalu Murah

Jangan tergiur dengan harga yang murah, karena umumnya harga menentukan kualitas. Jika harga siomay terlalu murah atau di bawah standar maka bisa dipastikan bahwa siomay tersebut dibuat dengan bahan dengan kualitas buruk, termasuk ikan sapu-sapu.

 

Tips Menghindari Siomay Berbahaya

Siomay yang dibuat dengan bahan berbahaya seperti ikan sapu-sapu harus dihindari. Cara paling mudah ialah dengan memilih penjual yang terpercaya serta punya reputasi yang baik di kalangan konsumen.

 

Cara kedua, jika benar-benar penasaran, Anda bisa menanyakan langsung pada penjual mengenai bahan baku yang digunakan, meskipun ada kemungkinan penjual masih bisa berbohong.

 

Terakhir, cara yang paling ampuh ialah dengan memperhatikan tampilan siomay sebelum membeli. Jika siomay memiliki ciri-ciri yang disebutkan di atas, maka sebaiknya jangan dibeli.

 


Baca Juga

Komentar


bottom of page