top of page

Ilmuwan Indonesia Berhasil Tingkatkan Reproduksi Synodontis eupterus Hingga 97%

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 22 Feb
  • 2 menit membaca

Selain industri perikanan budidaya dan perikanan tangkap, industri ikan hias juga tidak ada matinya. Banyak ikan yang dulunya tidak populer, namun seiring berjalannya waktu menjadi banyak peminat. Contohnya adalah ikan Synodontis eupterus.


 

Ikan dengan sebutan squeaker catfish saat ini mulai menjadi primadona di pasar internasional. Permintaannya datang dari banyak negara, sehingga peluang ekspornya sangat tinggi sekali.

 

Sayangnya, ikan asal Afrika ini dikenal sangat sulit untuk dibudidayakan, apalagi di luar habitat aslinya. Kendala terbesar dari budidaya ikan ini adalah tingkat keberhasilan reproduksinya yang rendah.

 

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim peneliti gabungan dari IPB University, BRIN, dan Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil membuat terobosan baru.

 

Dilansir dari unair.ac.id, dalam penelitian tersebut, mereka mengkombinasikan paparan cahaya biru LED secara kontinu dan suplementasi hormon melatonin dalam pakan. Dengan metode yang mereka temukan ini, produktivitas ikan Synodontis eupterus akhirnya bisa ditingkatkan secara signifikan.

 

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal bergengsi Animal Reproduction Science (Elsevier) tahun 2025/2026, dengan salah satu penulis korespondensi dari Universitas Airlangga, Darmawan Setia Budi.

 

Mengapa Reproduksi Synodontis eupterus Sulit?

Keberhasilan reproduksi dari ikan ini sangat dipengaruhi oleh cahaya terutama cahaya biru, karena cahaya tersebut berperan dalam mengatur ritme sirkadian dan hormon tubuhnya. Elemen tersebut seringkali tidak tersedia di kolam ataupun akuarium.

 

Akibatnya, kematangan sel telur menjadi lambat, kualitas larva yang dihasilkan juga rendah serta gampang mati.

 

Kolaborasi Cahaya Biru LED dan Melatonin

Cahaya biru punya daya tembus yang baik di dalam air dan mampu menstimulasi sistem saraf pusat ikan untuk meningkatkan aktivitas reproduksi. Namun, untuk meningkatkan kematangan gonad tidak bisa hanya mengandalkan paparan cahaya biru.

 

Selain pencahayaannya dilakukan secara kontinu, metode ini juga harus dikombinasikan dengan pemberian pakan yang sudah disuplementasi dengan melatonin.

 

Dosis 0,5 mg/kg adalah Dosis yang Tepat

Setelah dilakukan penelitian, terungkap bahwa dosis melatonin 0,5 mg/kg pakan merupakan dosis paling optimal untuk meningkatkan performa reproduksi ikan Synodontis eupterus. Hasil memuaskan datang dari indukan betina dan indukan jantan.

 

Pada indukan betina, melatonin dengan dosis 0,5 mg/kg pakan meningkatkan indeks kematangan gonad, meningkatkan jumlah telur yang dihasilkan dan membuat ukurannya menjadi lebih besar. Dengan dosis yang sama, indukan jantan mengalami peningkatan konsentrasi sperma, viabilitas serta daya geraknya.

 

Keberhasilan dalam pembuahan telur juga meningkat hampir 97% dan daya tetasnya meningkat hingga 80%. Kelangsungan larva pada fase awal juga menjadi yang tertinggi bila dibandingkan dengan perlakuan lain yang dosis melatoninnya lebih tinggi dan lebih rendah.

 

Dampak Positif bagi Industri dan Lingkungan

Untuk memenuhi permintaan pasar yang saat ini membludak, pelaku usaha umumnya masih mengandalkan tangkapan liar. Dengan adanya penemuan ini, maka eksploitasi besar-besaran di alam akan berkurang, produksi benih ikan Synodontis eupterus akhirnya bisa dilakukan dengan lebih efisien dan berkelanjutan.

 

Penutup

Keberhasilan kolaborasi lintas institusi yang melibatkan peneliti seperti Darmawan Setia Budi dari UNAIR ini membuktikan bahwa akuakultur berbasis sains adalah masa depan industri ikan hias Indonesia. Dengan pengaturan cahaya yang sederhana dan suplementasi pakan yang tepat, potensi ekonomi Synodontis eupterus kini terbuka lebih lebar.



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page