Ikan di Akuarium Keracunan Amonia, Begini Cara Mengatasinya
- Redaktur: Audri Rianto
- 17 Nov 2025
- 3 menit membaca
Kadar amonia tinggi seringkali tidak disadari para pemilik akuarium, sampai akhirnya ikan yang dipelihara menunjukkan gejala keracunan. Untuk diketahui, akuarium yang mengalami kenaikan kadar amonia biasanya akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, semacam bau busuk yang menyengat.

Sumber: everythingfishkeeping.com
Jika akuarium yang Anda punya sudah mengeluarkan bau yang mencurigakan, segeralah periksa kadar amonianya, karena amonia ini sifatnya sangat beracun dan tidak bisa dibiarkan berlama-lama.
Ikan yang keracunan amonia umumnya akan mengalami iritasi yang kemudian membuatnya berperilaku tidak biasa. Sebagai pemelihara ikan yang baik, sudah seharusnya Anda memahami ciri ikan yang keracunan amonia dan cara mengatasinya.
Ciri Ikan Keracunan Amonia
Ikan Terengah-engah
Ikan yang keracunan amonia bisa ditandai dari cara dia bernapas, yaitu mulutnya terlihat terengah-engah. Mulutnya akan membuka dan menutup dengan cepat secara konsisten, ditambah ia akan sering berenang di permukaan air. Perilaku ini menandakan ikan kesulitan bernapas, karena amonia sudah mengiritasi insangnya, membuat oksigen tidak terserap dengan baik.
Keadaan ini akan semakin parah jika kadar oksigen pada air akuarium juga ikut mengalami penurunan. Akibatnya, ikan akan semakin sulit bernapas dan berpotensi mati lebih cepat.
Warna Tubuh Ikan Menjadi Kusam
Ikan yang sudah keracunan amonia cukup parah akan menimbulkan gejala berupa perubahan warna. Ikan yang tadinya berwarna cerah, lambat laun bisa berubah menjadi agak gelap dan kusam. Terkadang, keracunan amonia juga bisa menimbulkan bintik-bintik dan bercak yang tidak biasa di sekujur tubuhnya.
Ikan Mengalami Flashing
Ketika ikan melakukan gerakan berulang, seperti menggaruk atau menabrakkan diri ke dinding akuarium, maka ikan melakukan perilaku flashing. Perilaku ini bisa terjadi karena ikan sudah mengalami iritasi. Keracunan amonia bisa menyebabkan iritasi, terutama pada kulit dan insangnya, sehingga ikan akan merasa gatal dan caranya untuk mengatasi rasa gatal tersebut ialah dengan menggarukkan tubuhnya.
Tak Mau Makan
Keracunan amonia juga seringkali menghilangkan nafsu makan ikan, kemudian membuat ikan tidak mau makan. Ketika pakan ditebar di akuarium, ikan tidak menyentuhnya sama sekali dan ini sangat bahaya, karena asupan nutrisinya akan semakin berkurang, membuatnya semakin lemah dan mati.
Cara Mengobati Ikan Keracunan Amonia
Ganti Air Bertahap
Langkah pertama dalam mengobati keracunan amonia ialah dengan mengganti air bertahap, dimulai dengan mengganti air sebanyak 25-30% setiap hari sampai kadar amonia benar-benar aman. Pastikan juga bahwa air pengganti ini kadar pH dan suhunya sama dengan air sebelumnya, tujuannya untuk mempercepat pengenceran amonia.
Perbaiki Filter
Amonia timbul di akuarium karena limbah organik tidak tersaring dengan baik, artinya ada masalah pada filter yang digunakan. Segera perbaiki atau ganti filter, agar penyaringan air lebih optimal dan bila perlu gunakan filter biologi dengan memanfaatkan bakteri pengurai amonia.
Tambahkan Bakteri Pengurai Amonia
Menambahkan bakteri pengurai amonia seperti nitrosomonas dan nitrobacter merupakan tindakan yang bijak. Bakteri tersebut nantinya akan mengubah amonia menjadi senyawa yang lebih aman untuk ikan, jadi ikan tidak akan keracunan. Gunakan bakteri tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar kinerjanya lebih optimal.
Tingkatkan Aerasi
Tingkatkan aerasi agar oksigen dalam air bertambah. Oksigen yang kadarnya terjaga dengan baik akan mempermudah penguraian amonia.
Kurangi Kepadatan Ikan
Ikan yang padat bisa menjadi penyebab naiknya kadar amonia dalam air. Ikan yang dipelihara semakin banyak, maka kotoran yang dihasilkan juga semakin banyak, sehingga produksi amonia juga meningkat. Dengan mengurangi kepadatan, maka produksi limbah juga akan berkurang.
Baca Juga




Komentar